Sukses

Tim Mahasiswa Indonesia Sabet Tiga Juara Shell Eco-marathon Asia 2018 di Singapura

Liputan6.com, Singapura - Shell kembali menggelar festival Shell Eco-marathon Asia ke-9 yang diselenggarakan di Singapura. Sebanyak 122 tim mahasiswa dari 18 negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, termasuk 26 tim mahasiswa dari Indonesia mengikuti ajang tersebut.

Dalam ajang kompetisi ini, tiga tim mahasiswa Indonesia berhasil menyabet juara dan masuk ke Grand Final SEM Driverss World Championship di London, Inggris pada 8 Juli mendatang.

Festival Make The Future Asia di Singapura ini ditutup dengan menobatkan gelar pengemudi tercepat dan hemat energi di Asia kepada tim Semar Urban UGM (Universitas Gadjah Mada). 

Sedangkan juara 2 dan 3 nya berhasil diraih oleh ITS Tim 2 (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) dan Garuda UNY ECO TEAM (Universitas Negeri Yogyakarta). Garuda UNY ECO TEAM juga mendapat penghargaan Off-track untuk kategori Safety (keselamatan) untuk desain kendaraan UrbanConcept-nya.

Tim Semar Urban UGM Indonesia yang mengendarai mobil Semar Urban 3.0 oleh Tito Setyadi Wiguna akhirnya berhasil mencapai finish pertama dengan jumlah bahan bakar yang tersisa 0,9 persen. Disusul oleh ITS Team 2 dengan pengemudi Muhammad Hafiz Habibi dan Garuda UNY Eco Team oleh Fauzi Achmad Prapsita.

"Selamat kepada tiga tim Indonesia yang berhasil menjadikan All Indonesian Team sebagai juara di DWC Asia. Kita semua sangat bangga dengan pencapaian luar biasa ini. Bukti nyata dan inspiratif bahwa anak-anak muda Indonesia memiliki talenta dan kemampuan yang sangat kompetitif tidak hanya di regional, tetapi juga di tingkat global," kata Darwin Silalahi selaku Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia dalam keterangan resminya, Minggu (11/3/2018).

 

 

 

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

Darwin menambahkan, sumber daya manusia yang resilient, inovatif, dan mampu berkompetisi di ajang global menjadi modal untuk menjadi pemenang di era revolusi industri 4.0. Dari kunjungannya ke paddocks para tim mahasiswa di festival Make The Future 2018, Darwin menyebutkan para mahasiswa itu sudah memperlihatkan kualitas tersebut.

Sementara itu, Shell Eco-marathon General Manager, Norman Koch, mengatakan Drivers’ World Championship menuntut yang terbaik dalam teknologi otomotif dan inovasi untuk menekan batasan efisiensi energi.

"Berbagai keahlian dan strategi dalam menangani kendaraan dan mengatur efisiensi bahan bakar merupakan keharusan guna membantu tim menjadi yang pertama dalam mencapai garisfinis. Kami melihat aksi dan kegembiraan yang luar biasa hari ini, dan saya ucapkan selamat kepada semua tim," kata Koch.

 

Drivers’ World Championship merupakan bagian dari Make the Future yang memilih pengemudi yang terhandal yang dapat mengemudikan kendaraan dengan cepat namun hemat energi.

Lomba DWC Regional Asia yang diikuti tujuh tim yakni LH Est dari Lac Hong University Vietnam, NTU Singapore 3D Printed Car (Nanyang Technological University Singapura) dan lima tim dari Indonesia yakni Tim Semar Urban UGM Indonesia dari Universitas Gadjah Mada, Tim ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Tim Garuda UNY Eco Team dari Universitas Negeri Yogyakarta, Nogogeni ITS Team 1 (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) dan Tim Bumi Siliwangi dari Universitas Pendidikan Indonesia.

2 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Tim Sapu Angin ITS Sapu Gelar di Ajang Internasional
Artikel Selanjutnya
Pertamax Cs Naik, Bagaimana Harga BBM Shell dan Total?