Sukses

Sambut Kendaraan Listrik, PLN Siapkan 875 Titik Pengisian Baterai

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan kendaraan listrik, baik mobil atau motor di Tanah Air tinggal tunggu waktu. Pasalnya, saat ini pemerintah tengah menggodok aturan terkait mobil ramah lingkungan ini.

Namun, ada kekhawatiran jika mobil atau motor listrik ini mulai dipasarkan di Indonesia, tidak ada infrastruktur pendukung yang memadai, seperti stasiun pengisian listrik.

Dijelaskan Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, PLN telah memikirkan infrastruktur pengisian bahan bakar kendaraan listrik, dengan membangun Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU).

"Hal ini sudah dipersiapkan sejak lama untuk menjawab tantangan masa depan. Saat ini kendaraan listrik sudah banyak bermunculan. Ini tak hanya hemat energi, tapi juga ramah lingkungan," kata Made, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Made, saat ini PLN sudah menyediakan sedikitnya 875 titik SPLU yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia. SPLUĀ  ini tersebar di beberapa wilayah, seperti di antaranya Jakarta, Bandung, Bangka Belitung, Riau dan Kepulauan Riau, Muara Bungo, Bengkulu, Lampung, Manado, Gorontalo, Palu, Kotamobagu, Yogyakarta, Bali, dan Makassar.

Sedangkan untuk SPLU di Jakarta, sampai akhir Juli 2017 telah terpasang di 542 titik. Keberadaan SPLU akan terus bertambah, seiring dengan kebutuhan konsumen, termasuk kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum.

Simak Video Menarik Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Target 1.000 SPLU

Tahun ini ditargetkan sudah ada 1.000 unit SPLU khusus di Jakarta. Lokasi SPLU ini dapat ditemukan melalui aplikasi Google Maps dengan kata kunci SPLU PLN.

"Untuk mengimbangi perkembangan teknologi, PLN sudah menyiapkan SPLU dari jauh-jauh hari. Kami yakin bisa memenuhi ketersediaan SPLU dengan kualitas maksimal, apalagi daya pasok energi listrik juga banyak dipasok dari pembangkit baru yang berasal dari program 35.000 MW," tegasĀ  Made.

SPLU tersebut merupakan inovasi PLN, yang pada awalnya dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum, seperti untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pedagang kaki lima (PKL).

Seiring dengan berkembangnya teknologi, SPLU pun dapat digunakan untuk mengisi ulang energi kendaraan listrik. SPLU Beji Lintar mengadopsi sistem prabayar.