Tersangka Mengaku Membunuh karena Diteror Korban

Para tersangka mengaku membunuh Barkah Hani dan sopirnya Rahmat karena gusar sering diteror korban. Salah seorang tersangka bernama Bono tersangkut utang Rp 550 juta kepada korban sejak 2002.

Diterbitkan 15 Februari 2005, 19:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Empat pembunuh Barkah Hani, istri Direktur Pengamanan Badan Intelijen Negara Abdurrahman Telu, mengaku aksi sadis dilakukan karena mereka kerap diteror korban sejak 2002. Empat pembunuh Barkah Hani dan sopirnya Rahmat adalah Leo, Bono, Adnan serta Ida. Hingga, Selasa (15/2) petang, empat tersangka yang juga rekan bisnis korban ini masih diperiksa di Polda Metro Jaya.

Dalam olah tempat kejadian perkara terungkap, pembunuhan dilakukan di lantai dua rumah milik Bono di kompleks Billymoon, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, 13 Februari 2005 pukul 02.00 WIB. Pembunuhan berawal dari utang piutang Bono senilai Rp 550 juta kepada korban [baca: Pembunuh Istri Direktur BIN Dibekuk ].

Bono mengaku sempat akan melunasi utangnya namun ditolak Barkah Hani. Korban malah menginginkan rumah Bono yang berada di Depok, Jawa Barat, senilai Rp 1 miliar. Namun, permintaan itu ditolak tersangka. Belakangan penolakan ini berbuah teror dari korban.

Seperti diberitakan, jasad Barkah Hani dan Rahmat ditemukan di dalam kendaraan mereka di kawasan Bintara Jaya, Bekasi, Jawa Barat. Kedua jenazah ditemukan oleh tukang ojek dalam keadaan bertumpuk di bawah dashboard mobil Mitsubishi Colt pick-up.(YYT/Nina Bahri dan Dony Sigit)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6