Endriartono Tak Merisaukan Kabar Pergantian Dirinya

Jenderal Endriartono Sutarto tak risau menyikapi kabar penggantian jabatan panglima TNI. Menurut dia, masalah ini memang menjadi hak prerogatif presiden. Namun pihak lain tidak boleh turut campur.

Diterbitkan 04 Februari 2005, 09:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Gerbong di tubuh TNI kembali bergerak. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam waktu dekat dikabarkan akan mengganti Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Namun, Tarto--panggilan Jenderal Endriartono--tak risau dengan kabar tersebut.

Tarto menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada Presiden. Namun dia mengingatkan, pihak lain tak boleh ikut campur tangan dalam pergeseran gerbong TNI. "Masalah ini hak prerogatif presiden," kata Tarto seusai bertemu dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Kamis (3/2) malam.

Sementara mencegah penyalahgunaan TNI sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan, menurut Tarto, DPR diberi wewenang memberikan persetujuan. Dia yakin, bila DPR ikut terlibat dalam penunjukan panglima TNI tak akan terjadi politisasi dalam masalah ini.

Spekulasi seputar penggantian Panglima TNI merebak setelah Presiden melontarkan pernyataan segera melakukan pergantian pimpinan teras TNI dan Polri. Untuk urusan ini, SBY mengatakan, sudah membicarakannya dengan Tarto dan Kepala Polri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar. Pergantian akan berlangsung dalam bulan ini.

Tapi, SBY tak menyebut tanggal pastinya. Yang terang, bekas Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ini sudah mengantongi sejumlah nama untuk menduduki kedua pos penting tersebut. Sedangkan untuk jajaran di bawah panglima dan kapolri, SBY tak akan mencampuri.(ICH/Grace Natalie dan Satya Pandia)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6