Wakil Bupati Bangkalan Dituntut Mundur

Seribu warga Bangkalan, Jatim, mendesak Wakil Bupati Muhammad Dong mundur karena dinilai tidak membantu Bupati Bangkalan. Sejumlah orang melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Bangkalan.

Diterbitkan 31 Januari 2005, 20:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Bangkalan: Seribu orang dari Gerakan Rakyat Bangkalan dan Front Mahasiwa Bangkalan turun ke jalan mendesak Wakil Bupati Bangkalan Muhammad Dong mundur dari jabatannya. Aksi jalan kaki ini dimulai dari Stadion Bangkalan menuju Gedung DPRD Bangkalan, Jawa Timur, Senin (31/1).

Sepanjang perjalanan mereka berorasi mengecam Muhammad Dong yang dinilai tidak membantu Bupati Fuad Amin dalam mengkoordinasi kegiatannya sehari-hari. Sebab, Muhammad Dong jarang masuk kantor.

Setelah bernegosiasi dengan polisi, 20 perwakilan demonstran diizinkan masuk ke Gedung Rakyat dan diterima Wakil Ketua DPRD Bangkalan Zamhudi. Anggota Dewan berjanji memproses tuntutan massa pada Februari mendatang melalui rapat dengan seluruh anggota DPRD.

Di Surabaya, sejumlah orang yang menamakan diri Masyarakat Bangkalan Antipembodohan mendatangi Markas Besar Kepolisian Daerah Jatim. Mereka meminta Polda Jatim mengusut kasus dugaan korupsi dana para pengungsi Sambas di Bangkalan yang dilakukan Bupati Bangkalan. Mereka melaporkan dugaan penyimpangan dana pengungsi sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta per orang. Koordinator pengungsi Sambas Azwar menuturkan, Bupati Bangkalan harus bertanggung jawab atas penyimpangan ini.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6