Liputan6.com, Jakarta: Keinginan Pemerintah Daerah Jakarta menjaga kelestarian budaya Betawi mendapat sambutan positif. Sambutan itu bukan berasal dari seorang tokoh Betawi yang berpengaruh, tapi dari Engkong Rodi, seorang pria berusia 72 tahun. Ia mengembangkan lenong karena semata-mata menuruti panggilan hati nurani. Meski begitu, pendapatan dari melenong kini menjadi penopang hidup keluarganya sehari-hari.
Menurut Engkong Rodi, budaya lenong mampu menjadi perekat tali silaturahmi antara tiga generasi keluarganya. Karena itu, ia menamakan lenong ini dengan nama Lenong Silaturahmi. Rodi juga berkisah, dulu pada tahun 1950-an, ia dan teman-temannya harus menahan lapar saat memainkan lenong. Sebab, hasil dari melenong tak cukup untuk membeli beras. Walau begitu, ia tetap melenong.
Rodi menceritakan, pertunjukan lenong saat ini berbeda dengan zaman dahulu. Sekarang ini, ia bersama anggota keluarga yang lain terbiasa memainkan lenong secara bahu-membahu. Sebagian anggota keluarga ikut aktif dalam memainkan alat musik, seperti genderang, kromo, kempor dan tahyun. Bahkan, cicit Rodi, yang berusia enam tahun ikut juga memainkan alat kecrek. Sedangkan Rodi, masih tetap pasang sebagai pemetik tahyun. Itu karena kemampuan pria usia senja ini dalam memainkan tahyun masih tergolong piawai.
Saat ini, "Lenong Silaturahmi" milik keluarga Rodi mendapat bimbingan dari Balai Kesenian Oncor. Meski demikian, Rodi dan keluarganya tak berkeinginan mengkomersialkan tontotan lenong mereka, seperti kelompok lenong yang belakangan ini bermunculan. "Hanya kami akan tetap menjaga kelestarian budaya lenong," kata Rodi, mantap.(AWD/Andre Bangsawan dan Muhammad Guntur)
Menurut Engkong Rodi, budaya lenong mampu menjadi perekat tali silaturahmi antara tiga generasi keluarganya. Karena itu, ia menamakan lenong ini dengan nama Lenong Silaturahmi. Rodi juga berkisah, dulu pada tahun 1950-an, ia dan teman-temannya harus menahan lapar saat memainkan lenong. Sebab, hasil dari melenong tak cukup untuk membeli beras. Walau begitu, ia tetap melenong.
Rodi menceritakan, pertunjukan lenong saat ini berbeda dengan zaman dahulu. Sekarang ini, ia bersama anggota keluarga yang lain terbiasa memainkan lenong secara bahu-membahu. Sebagian anggota keluarga ikut aktif dalam memainkan alat musik, seperti genderang, kromo, kempor dan tahyun. Bahkan, cicit Rodi, yang berusia enam tahun ikut juga memainkan alat kecrek. Sedangkan Rodi, masih tetap pasang sebagai pemetik tahyun. Itu karena kemampuan pria usia senja ini dalam memainkan tahyun masih tergolong piawai.
Saat ini, "Lenong Silaturahmi" milik keluarga Rodi mendapat bimbingan dari Balai Kesenian Oncor. Meski demikian, Rodi dan keluarganya tak berkeinginan mengkomersialkan tontotan lenong mereka, seperti kelompok lenong yang belakangan ini bermunculan. "Hanya kami akan tetap menjaga kelestarian budaya lenong," kata Rodi, mantap.(AWD/Andre Bangsawan dan Muhammad Guntur)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388777/original/057186300_1793680026-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/349120/original/110301bLenong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)