Sukses

Lion Air Menyatakan Bertanggung Jawab

Liputan6.com, Jakarta: Manajemen maskapai penerbangan Lion Air menyatakan bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat MD82 miliknya di Bandar Udara Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah, Selasa kemarin. Termasuk di antaranya, menanggung semua biaya perawatan korban luka-luka dan seluruh biaya hingga proses pemakaman korban yang meninggal dunia. Demikian disampaikan Manajer Hubungan Masyarakat Hasyim Arsal Alhabsi di Jakarta, Rabu (1/12) dini hari.

Sejauh ini, pihak Lion Air belum bisa memastikan penyebab musibah yang menewaskan puluhan orang itu. Mereka berkilah, tidak mempunyai kewenangan untuk membeberkan penyebab kecelakaan. Selain itu, mereka juga harus menunggu hasil penelitian yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Namun, Lion Air, seperti disampaikan Hasyim Alhabsi, menduga kecelakaan terjadi akibat dorongan angin dari belakang pesawat. Cuaca yang buruk saat pesawat mendarat juga dipersalahkan.

Menurut laporan terbaru, korban tewas kecelakaan ini bertambah menjadi 31 orang. Sebelumnya, korban jiwa dilaporkan hanya 23 orang. Di antaranya, Kiai Haji Yusuf Muhammad, Ongko Tiknowijoyo, Jefri Edison Mangiri, Agatha (2 tahun), Bambang Anggono, Riswanto, Siva, Fuji Astuti, Linda Rahmi, Roni, dan Rafikon Ali [baca: Korban Tewas Kecelakaan Lion Air 23 Orang].

Selasa malam, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama K.H. Hasyim Muzadi mengunjungi Rumah Sakit Yarsi, Solo. Dia melayat jenazah K.H. Yusuf Muhammad sebelum dibawa pulang pihak keluarganya. Saat itu, Hasyim bertemu isteri Yusuf. Bersama rombongan, Hasyim memimpin doa di hadapan jenazah almarhum tokoh NU yang juga salah satu pengutus Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Sementara itu di Jakarta, keluarga Jefri Edison Mangiri mengaku baru mendengar informasi melalui berita televisi. Begitu mengetahui dan memastikan Jefri termasuk korban meninggal, mereka langsung mengadakan kebaktian. Namun, mereka menyayangkan pelayanan manajemen Lion Air yang kurang tanggap terhadap keluarga korban sehingga tidak segera menyampaikan informasi kepada keluarga korban.

Jefri adalah pegawai Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dia berangkat ke Solo untuk melangsungkan pernikahannya pada 4 Desember mendatang. Sebelum berangkat ke Solo, dia baru saja selesai mengirim undangan pernikahannya di Jakarta. "Mau persiapan kawin," ujar Lince Pasomba, ibu Jefri, sedih.

Menurut rencana, jenazah Jefri, Rabu ini dibawa pihak keluarga ke Jakarta untuk disemayamkan. Mayat lelaki ini kemudian akan dibawa ke Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)