Liputan6.com, Jakarta - Ada sejumlah lagu Indonesia yang kembali mencuri perhatian setelah dibawakan oleh penyanyi berbeda. Menariknya, lagu yang dikenal lewat versi penyanyi berbeda dari rekaman pertamanya ini punya cerita unik yang mungkin belum banyak diketahui oleh pendengar masa kini.
Seiring berjalannya waktu, lagu-lagu lawas bisa menemukan pendengar baru melalui aransemen segar dan karakter vokal yang berbeda. Meski dibawakan dengan gaya baru, daya tarik melodi dan liriknya tetap melekat, bahkan membuat sebagian orang mengenal versi daur ulangnya lebih dulu.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sebuah lagu bisa terus hidup lintas generasi. Ada versi yang terasa lebih emosional, ada pula yang hadir dengan nuansa berbeda. Kisah di balik lagu-lagu tersebut menarik untuk disimak, terutama bagi pencinta musik Indonesia. Berikut 15 lagu Indonesia yang memiliki versi berbeda dan menarik untuk dikenali kembali, Liputan6.com, Sabtu (10/10/2026).
Advertisement
1. Sang Dewi — Titi DJ ke Lyodra feat. Andi Rianto
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437349/original/005586300_1765250140-IMG_1974_1_.jpeg)
Lagu yang dipopulerkan Titi DJ pada 2001 ini kembali mencuri perhatian lewat versi Lyodra bersama Andi Rianto pada 2022. Aransemen orkestra yang megah dipadukan dengan karakter vokal Lyodra yang kuat dan penuh penghayatan. Versi ini memberikan nuansa dramatis yang berbeda sekaligus memperkenalkan lagu tersebut kepada generasi muda.
2. Nuansa Bening — Keenan Nasution ke Vidi Aldiano
Lagu yang dibawakan Keenan Nasution pada 1978 ini kembali populer di kalangan pendengar muda melalui versi Vidi Aldiano. Dengan sentuhan pop modern, lagu tersebut terasa lebih dekat dengan generasi baru tanpa kehilangan melodi khasnya. Versi Vidi juga menjadi salah satu karya yang melekat pada perjalanan kariernya di industri musik Indonesia.
3. Mantan Terindah — Kahitna ke Raisa
Lagu Kahitna yang dirilis pada 2010 ini kembali mendapat perhatian melalui versi Raisa pada 2013. Interpretasi vokal yang lembut dan emosional membuat kisah tentang seseorang yang tetap istimewa meski hubungan telah berakhir terasa semakin menyentuh. Aransemen dan karakter suara Raisa memberikan warna berbeda tanpa menghilangkan nuansa romantis yang menjadi ciri khas lagu tersebut.
Advertisement
4. Pergi untuk Kembali — Melky Goeslaw ke Ello
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5439170/original/011580500_1765351897-WhatsApp_Image_2025-12-10_at_14.22.30.jpeg)
Lagu yang dipopulerkan Melky Goeslaw ini dibawakan kembali oleh Marcello Tahitoe atau Ello dengan sentuhan pop modern. Karakter vokal Ello yang khas memberikan energi berbeda pada lagu tersebut, sementara melodi aslinya tetap terasa akrab. Versi ini menjadi salah satu contoh bagaimana lagu lawas dapat diperkenalkan kembali kepada pendengar yang lebih muda.
5. Gemilang — Krakatau ke Andien
Lagu yang dikenal melalui grup Krakatau ini kembali mendapat perhatian lewat versi Andien. Sentuhan vokal dan aransemen yang berbeda memberikan warna baru pada lagu yang lekat dengan musik pop-jazz Indonesia. Interpretasi Andien menghadirkan suasana yang lebih segar sekaligus mempertahankan karakter melodi aslinya. Lagu ini menunjukkan bagaimana karya lama bisa tetap relevan melalui pendekatan musikal yang berbeda.
6. Kupu-Kupu Malam — Titiek Puspa ke Peterpan
Lagu ciptaan Titiek Puspa ini memiliki cerita yang kuat dan telah dibawakan oleh sejumlah musisi. Versi Peterpan menghadirkan nuansa rock alternatif yang berbeda dari karakter lagu sebelumnya. Aransemen yang lebih dinamis memberikan suasana emosional tersendiri, sekaligus memperkenalkan karya legendaris tersebut kepada pendengar yang lebih akrab dengan musik pop rock Indonesia.
7. Rindu — Fryda ke Agnez Mo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335636/original/010757700_1788009201-MV5BZWVlMGFmYzYtNTk3Yi00MzhlLTk1OTItNjNlYjJiNzIxN2ZmXkEyXkFqcGc_._V1_.jpg)
Lagu yang dikenal melalui Fryda ini kembali mendapat perhatian lewat versi Agnez Mo. Karakter vokal Agnez memberikan warna pop yang berbeda, dengan penghayatan yang menonjolkan perasaan rindu dalam lagu. Perbedaan interpretasi keduanya menarik untuk dibahas karena menunjukkan bagaimana sebuah karya dapat menghadirkan pengalaman emosional baru ketika dibawakan oleh penyanyi dengan karakter suara dan gaya bermusik yang berbeda.
8. Kala Cinta Menggoda — Chrisye ke NOAH
Lagu yang dipopulerkan Chrisye pada 1997 ini dibawakan kembali oleh NOAH dengan aransemen yang lebih modern. Nuansa rock khas band tersebut memberikan warna baru pada lagu yang sebelumnya identik dengan karakter vokal Chrisye. Versi ini menjadi salah satu cara memperkenalkan karya musik Indonesia era 1990-an kepada generasi berikutnya tanpa menghilangkan daya tarik melodi aslinya.
9. Andaikan Kau Datang — Koes Plus ke NOAH
Lagu legendaris Koes Plus ini kembali menarik perhatian melalui versi NOAH yang hadir dalam album Sings Legends pada 2016. Aransemen modern dan karakter vokal Ariel memberikan suasana berbeda pada lagu yang sarat kerinduan tersebut. Melodi yang mudah dikenali membuatnya tetap akrab bagi pendengar lama sekaligus menarik bagi generasi baru yang mengenal lagu ini melalui NOAH.
Advertisement
10. Pergilah Kasih — Chrisye ke d'Masiv
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328544/original/036947100_1787198729-0c31a07f-f2f2-4385-bf9b-dc65eb668dd8.jpeg)
Lagu Chrisye yang dirilis pada 1989 ini kembali populer lewat versi d'Masiv pada 2012. Sentuhan pop rock memberikan suasana yang lebih intens pada kisah perpisahan dalam liriknya. Karakter vokal Rian juga menghadirkan interpretasi berbeda dari versi Chrisye. Lagu ini menjadi contoh bagaimana aransemen baru dapat membawa karya klasik kembali ke perhatian pendengar lintas generasi.
11. Takkan Terganti — Dea Mirella ke Marcell
Lagu yang lebih dahulu dikenal melalui Dea Mirella ini kemudian dibawakan Marcell dengan karakter vokal yang lembut dan emosional. Interpretasi Marcell memberikan nuansa romantis yang kuat pada kisah tentang cinta yang sulit tergantikan. Perbedaan karakter suara keduanya membuat lagu ini menarik untuk dibandingkan, terutama dalam melihat bagaimana sebuah lagu dapat memiliki kesan berbeda melalui penyanyi yang membawakannya.
12. Symphony yang Indah — Bob Tutupoly ke Once Mekel
Lagu yang pernah dibawakan Bob Tutupoly ini mendapatkan interpretasi berbeda melalui suara Once Mekel. Karakter vokal Once yang kuat memberikan kesan megah pada melodi dan liriknya. Perbedaan gaya bernyanyi tersebut membuat lagu ini menarik untuk dinikmati kembali. Karya ini juga menunjukkan bahwa lagu lawas dapat terus menemukan pendengar baru melalui interpretasi dan pendekatan musikal yang berbeda.
13. Selangkah ke Seberang — Fariz RM ke White Shoes & The Couples Company
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563452/original/029676500_1776871195-Ikatan_Darah_3.jpeg)
Lagu Fariz RM ini dibawakan kembali oleh White Shoes & The Couples Company dalam album Album Vakansi pada 2010. Nuansa retro yang menjadi ciri khas grup tersebut memberikan warna berbeda tanpa menghilangkan karakter lagu aslinya. Versi ini menarik bagi pencinta musik lawas maupun pendengar baru yang ingin mengenal kembali karya Fariz RM melalui pendekatan musik yang lebih segar.
14. Gelora Asmara — Groove Bandit ke Derby Romero
Lagu yang sebelumnya dibawakan Groove Bandit ini kembali dikenal melalui Derby Romero. Versi Derby hadir dengan pendekatan pop yang dekat dengan selera pendengar muda pada masanya. Perubahan karakter vokal dan aransemen membuat lagu tersebut memiliki suasana berbeda dari versi sebelumnya. Lagu ini menjadi contoh bagaimana sebuah karya dapat memperoleh momentum baru setelah dibawakan oleh musisi dari generasi berbeda.
15. Jangan Ada Dusta di Antara Kita — Broery Marantika dan Dewi Yull ke Angkasa Band
Lagu duet legendaris Broery Marantika dan Dewi Yull ini dibawakan ulang oleh Angkasa Band dengan nuansa pop rock. Perubahan dari format duet menjadi aransemen band memberikan energi berbeda pada lagu tentang kejujuran dalam hubungan. Perbedaan pendekatan musikal tersebut membuat lagu ini menarik untuk dibandingkan, terutama bagi pendengar yang ingin menikmati karya lawas dalam gaya musik yang lebih modern.
Pertanyaan Seputar Lagu yang Dikenal Lewat Versi Penyanyi Berbeda dari Rekaman Pertamanya
Apa yang dimaksud lagu yang populer lewat versi penyanyi berbeda?
Lagu tersebut awalnya direkam atau dibawakan oleh seorang penyanyi, lalu dikenal lebih luas melalui versi penyanyi lain dengan gaya atau aransemen berbeda.
Mengapa lagu lama bisa kembali populer setelah dinyanyikan penyanyi lain?
Lagu lama dapat menarik perhatian pendengar baru berkat aransemen segar, karakter vokal yang berbeda, serta promosi melalui media digital.
Apakah versi daur ulang lagu selalu lebih populer daripada versi aslinya?
Tidak selalu. Popularitas setiap versi bergantung pada selera pendengar, kualitas aransemen, karakter penyanyi, dan momentum saat lagu tersebut dirilis.
Apa yang membuat lagu Indonesia tetap populer lintas generasi?
Melodi yang mudah diingat, lirik yang relevan dengan pengalaman pendengar, serta interpretasi baru dari penyanyi berbeda dapat membuat lagu tetap diminati dari masa ke masa.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367882/original/087695700_1791366119-Screenshot_2026-10-07_164139.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272924/original/067898900_1751604930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562930/original/087212000_1776842538-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T142049.188.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2864501/original/094144700_1564128697-20190726-Noah-Wanitaku-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370491/original/091913800_1791628798-IMG-20261009-WA0060.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368524/original/001442100_1791438353-Rebecca_Klopper__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365584/original/006341900_1791185870-Dede_Sunandar_usai_KO_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1204343/original/037905600_1460707876-mega_utami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365579/original/085356400_1791185869-Dede_Sunandar_usai_KO_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369364/original/035036700_1791519874-doctor-x-poster.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370347/original/069774700_1791611784-SaveClip.App_841978418_17986833762097927_7622504709901760656_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370364/original/014262500_1791613533-SaveClip.App_760724836_18616866802033932_3267349342365611701_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367120/original/053645500_1791298847-Screenshot_3.jpg)