Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award

Menurut Pramono, kesempatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan para finalis.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 22:56 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur Pramono Anung menyerahkan Benyamin S Award 2026, mendorong partisipasi lurah.
  • Finalis Benyamin S Award 2026 akan studi ke luar negeri untuk wawasan global.
  • Jakarta naik peringkat kota global, menunjukkan kesetaraan gender dalam kepemimpinan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menganugerahkan penghargaan Benyamin S Award (BSA) 2026 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para lurah di Jakarta.

Pramono menjelaskan, jumlah kelurahan yang mengikuti Benyamin S Award tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ia berharap seluruh kelurahan di Jakarta dapat berpartisipasi dalam ajang tersebut pada tahun depan.

“Seperti kita ketahui tahun lalu Benyamin S Award ini diikuti 27 kelurahan. Sekarang ini meningkat menjadi 52 kelurahan. Tadi Bu Tona menyampaikan harapannya 2029, 267 kelurahan ikut semuanya. Kelamaan, Bu. Saya minta tahun depan harus ikut semua,” ujar Pramono dalam sambutannya di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).

Pramono menegaskan seluruh lurah harus mengikuti ajang penghargaan tersebut pada tahun depan.

“Jadi semua harus ikut,” jelas Pramono.

Pramono juga memberikan apresiasi tambahan kepada 10 peserta yang berhasil menjadi finalis Benyamin S Award 2026. Mereka akan mendapat kesempatan belajar ke luar negeri.

“Dan 10 tadi yang menjadi peserta finalis, Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan kesempatan kepada Saudara-saudara untuk belajar ke luar negeri. Supaya apa? Supaya cara pandang, cara berpikirnya itu juga mengalami perubahan,” tutur Pramono.

Menurut Pramono, kesempatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan para finalis, terutama dalam melihat dan memahami sistem kebijakan di luar negeri sebagai bahan refleksi yang dapat diterapkan di Jakarta.

“Karena jangan sampai kemudian melihatnya hanya terhadap dirinya sendiri. Sering kali orang itu menjadi merasa besar karena selalu melihat dirinya sendiri,” terang Pramono.

Pramono menegaskan, seluruh finalis akan diberangkatkan agar mereka dapat memperluas wawasan dan mengembangkan cara berpikir.

“Sepuluh-sepuluhnya saya minta untuk diberangkatkan untuk membuka wawasan, cara berpikir, cara pandang, dan minimal kalau ada kesempatan, mulai sekarang belajar bahasa Inggris sedikit-sedikitlah,” ungkap Pramono.

 

Jakarta Naik Peringkat dalam Riset Oxford

Pramono mengatakan, Jakarta kini tengah berupaya memperkuat posisinya sebagai kota global. Ia menyebut, berdasarkan penelitian Oxford, peringkat Jakarta yang sebelumnya berada di kisaran 300-an kini naik menjadi peringkat 140 dari 1.000 kota di dunia.

“Maka momentum ini harus kita jaga bersama. Tadi ketika 10 finalis disebut namanya dan saya agak surprise, dari 10 ada 4 wanita, perempuan. Saya sungguh bahagia artinya betul-betul di Jakarta itu tidak ada perbedaan pemimpin perempuan maupun laki-laki. Apalagi juaranya tadi 2 perempuan 1 laki-laki,” pungkas Pramono.

Sementara itu, Lurah Utan Kayu Selatan, Ria Handayani, merespons kemenangan kelurahannya dalam kategori nyaman. Ia menyebut sejumlah inovasi yang telah diterapkan di wilayahnya.

“Alhamdulillah di Kelurahan Utan Kayu Selatan, 14 RW-nya sudah berpredikat Proklim (Program Kampung Iklim secara 100 persen. Lalu banyak inovasi terkait dengan kategori nyaman. Salah satunya adalah portal RW, lalu ada vertical garden, lalu ada CCTV, toa, jalan dari ee batu alam, lalu ada kita ada IoT, dan sebagainya." Pungkas Ria lebih lanjut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6