Liputan6.com, Jakarta - Setelah pemerintah menetapkan batas maksimal potongan aplikator ojek online (ojol) sebesar 8 persen, sejumlah pengemudi masih merasakan beban pendapatan.
Bagi pengemudi, besaran tarif yang diterima dari setiap perjalanan dinilai belum selalu sebanding dengan waktu, tenaga, dan biaya operasional yang dikeluarkan.
Skema tersebut mengatur potongan atau komisi aplikator maksimal 8 persen dari tarif perjalanan. Artinya, jika tarif perjalanan Rp100 ribu, potongan maksimal yang dikenakan aplikator sebesar Rp8 ribu, sebelum pengemudi memperhitungkan biaya operasional seperti bensin, sewa kendaraan, dan perawatan.
Advertisement
Ester (45), salah seorang pengemudi ojol perempuan, mengaku harus bekerja lebih lama untuk mengejar pendapatan yang dianggap cukup.
“Saat ini bagi saya sebagai ojol sebetulnya lebih kecil ya pendapatan kita, karena untuk tarif jarak jauh pun enggak memadai dengan waktu dan tenaga yang kita keluarkan,” kata Ester saat ditemui Liputan6.com, Kamis (8/10/2026).
Menurut Ester, pembatasan potongan maksimal 8 persen belum otomatis membuat pendapatannya meningkat. Dia tetap harus mengejar target harian agar bisa membawa pulang penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Meski tidak ada target resmi dari aplikator, Ester memiliki target sendiri. Kondisi itu membuatnya harus mengambil banyak order dan bekerja hingga malam.
“Meskipun dari aplikasi sebetulnya enggak ada target. Tapi kan kita punya goals sendiri agar kita bisa mencapai target sehari-hari biar bawa pulang take home pay yang mencukupi,” ujarnya.
Ester bahkan mengaku terkadang baru tiba di rumah sekitar pukul 23.00 WIB untuk mendapatkan pendapatan bersih minimal Rp100 ribu dalam sehari.
"Saya aja kadang sampai rumah hingga jam sebelas malam itu baru bisa dapat bersih seratus ribu itu paling minim,” kata Ester.
Tarif Order Dinilai Belum Sebanding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4148781/original/022850900_1662464232-Tarif_Baru_Ojek_Online-Tallo_10.jpg)
Menurut Ester, persoalan pendapatan juga dipengaruhi besaran tarif yang diterima dari setiap order. Dia menilai sejumlah perjalanan dengan jarak tertentu masih dibayar terlalu rendah dibandingkan waktu dan tenaga yang dikeluarkan.
Dia mencontohkan order yang menurut perhitungannya seharusnya bernilai sekitar Rp10 ribu, tetapi terkadang tarif yang muncul hanya sekitar Rp6.500.
“Misalnya dengan harga yang seharusnya sepuluh ribu per orderan, nah di tarifnya itu kadang hanya sampai enam ribu lima ratus. Itu enggak worth it sih. Kalau lihat kan jaraknya tuh sekitar tiga kilo, empat kilo untuk harga enam ribu lima ratus itu enggak worth it,” jelasnya.
Ester berharap pemerintah dapat mendorong besaran pendapatan yang lebih sepadan dengan risiko pekerjaan pengemudi ojol di jalan.
“Minimal ditingkatkan lagi lah untuk kita supaya sepadan, karena kadang bagi kita itu enggak wajar, tapi kan mau enggak mau kita harus terus jalanin karena kita makan dari sini,” tuturnya.
Beban Operasional
Selain tarif perjalanan, Ester harus memperhitungkan berbagai biaya operasional. Pengeluaran tersebut antara lain sewa kendaraan, bahan bakar, hingga biaya perawatan motor.
“Banyak deh pokoknya, belum kebutuhan sewa motor. Kita ada yang sewa dari aplikatornya sendiri kan, bensin, perawatan juga kita harus atur. Jadi itu berat, masih memberatkan sih menurut saya pribadi,” pungkas Ester.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2913249/original/058240300_1568693252-KPK_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369170/original/070830800_1791479049-IMG_2610.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368338/original/055931900_1791429703-Screenshot_2026-10-08_101954.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368377/original/068185600_1791431197-email-attachment_2026_10_08_adyanugrahadi_menteri-umkm-jadi-pengampu-ekosistem-ojol-kawal-kemitraan-dengan-aplikator_IMG_7377.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368378/original/048406900_1791431227-email-attachment_2026_10_08_adyanugrahadi_menteri-umkm-jadi-pengampu-ekosistem-ojol-kawal-kemitraan-dengan-aplikator_IMG_7378.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4793527/original/012457300_1712157458-Wamenkominfo_Nezar_Patria.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368356/original/068430500_1791430247-email-attachment_2026_10_08_adyanugrahadi_tarif-ojol-masuk-perpres-menhub-tegaskan-biaya-platform-8-persen_IMG_7262.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368339/original/007608900_1791429715-Screenshot_2026-10-08_101919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522139/original/000729400_1772718909-e055bfb0-d53a-42c5-ad40-0243568a7760.jpeg)