Prabowo Minta Menkum dan Kepala BNN Kaji Rehabilitasi Pengguna Narkoba

Permintaan ini buntut over kapasitas di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Diterbitkan 29 September 2026, 17:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kementerian/lembaga terkait untuk mengkaji soal rehabilitasi pengguna dan pemakai narkoba. Hal ini menyusul solusi mengatasi over kapasitas di lembaga pemasyarakatan (lapas).

"Khusus kepada saya, diminta (Presiden) untuk berkoordinasi dengan beberapa kementerian/lembaga termasuk, Pak Kepala BNN, kemudian Kepala BRIN, dan juga Pak Menko, untuk memikirkan terkait dengan rehabilitasi terutama menyangkut soal pengguna dan pemakai narkoba di dalam Lapas, di mana yang saat ini itu sudah over kapasitas," kata Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas usai rapat bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Nantinya, Supratman akan menggelar rapat bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria. Dia bersama kementerian/lembaga akan merumuskan kebijakan terkait upaya rehabilitasi pengguna narkoba.

"Nanti dalam waktu dekat kami akan mengadakan rapat bersama dan merumuskan suatu kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah. Kira-kira itu isi pertemuan dan pesan-pesan dari Bapak Presiden kepada kami semua," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyampaikan pihaknya siap melakukan koordinasi mendalam terkait upaya rehabilitasi terhadap narapidana narkoba yang telah ditangani dan ditahan. Dia mendorong rehabilitasi napi narkoba sebab saat ini lapas mengalami over kapasitas karena dipenuhi oleh tahanan narkoba.

"Nanti kita akan rapatkan dulu dengan kementerian terkait, kita akan merumuskan seperti apa. Karena kita tahu bahwa di lapas ini kan sudah over capacity dan juga sebagian besar hampir 80 persen itu adalah tahanan narkotika," jelas Suyudi.

"Tentunya ini bagaimana negara menyikapi ini, sehingga para narapidana yang memang berkebutuhan untuk direhabilitasi tetap dapat kita jangkau," sambungnya.

Rehabilitasi Berbasis Teknologi

Prabowo meminta jajarannya mengembangkan model pendidikan dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba, terutama remaja dan anak muda. Dia mendorong untuk merumuskan pendekatan yang dapat membantu pengguna narkoba pulih sekaligus kembali menjalani kehidupan yang produktif.

"Bapak Presiden mengarahkan bagaimana model kurikulum, pendidikan yang ada sehingga itu akhirnya bisa betul-betul merubah ya," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Menurut dia, sejumlah perguruan tinggi telah mengembangkan praktik rehabilitasi dengan dukungan teknologi dan pendekatan pendidikan. Masukan juga disampaikan oleh dokter dari RSCM serta peneliti Universitas Indonesia.

"Nah itu semuanya akan kita gunakan, kita akan rumuskan, formulasikan praktik-praktik baik yang sudah dikembangkan oleh kampus ya, perguruan tinggi, sehingga nantinya proses rehabilitasi pengguna narkoba, apalagi terutama yang remaja-remaja, anak-anak muda, itu dipastikan betul-betul bisa menyelesaikan permasalahan mereka," jelasnya.

Selain itu, kata dia, Prabowo meminta agar praktik baik dari negara lain dipelajari. Prabowo menyoroti model pendidikan dan rehabilitasi yang telah memanfaatkan kemajuan teknologi.

"Tadi Bapak Presiden juga memberikan petunjuk, ada bagaimana best practice di beberapa negara lain gitu ya, pendidikan itu betul-betul model pendidikan dan model rehabilitasi yang memanfaatkan kemajuan-kemajuan teknologi, itu sudah bisa dilakukan ya, sehingga nantinya betul-betul permasalahan ini bisa diselesaikan," tutur Brian.

Selain penguatan rehabilitasi, rapat tersebut turut menyoroti kemudahan akses narkoba di kalangan remaja. Brian mengatakan konsep yang akan disusun bersama perguruan tinggi diarahkan agar anak muda yang menjalani rehabilitasi dapat pulih dan kembali produktif.

"Jadi tidak hanya sembuh tetapi juga kemudian produktif. Jadi yang kita akan susun bersama, tadi bersama-sama nanti perguruan tinggi yang memang memiliki fakultas kedokteran, fakultas psikologis yang sudah banyak terlibat dalam proses rehabilitasi para pengguna atau pecandu narkoba," pungkas Brian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6