Polisi: Massa Rusuh di Pejompongan Terafiliasi Anarko

Sekelompok massa yang tidak dikenal datang dan melakukan penyerangan usai demo 27 Agustus.

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 08:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Massa kerusuhan Pejompongan diduga terafiliasi kelompok Anarko.
  • Polisi mencocokkan data pelaku dengan catatan kelompok Anarko.
  • Kerusuhan terpisah dari unjuk rasa, terjadi setelah aksi selesai.

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar massa yang terlibat dalam kerusuhan di sekitar Jalan Pejompongan-Bendungan Hilir, Kamis (27/8/2026) malam, diduga terafiliasi dengan kelompok atau komunitas Anarko.

Polisi kini masih mendalami keterlibatan mereka dengan mencocokkan data orang-orang yang diamankan dengan catatan kelompok-kelompok tersebut yang telah dimiliki sejak tahun sebelumnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannudin mengatakan kerusuhan tersebut merupakan peristiwa yang terpisah dari aksi unjuk rasa yang berlangsung sebelumnya di depan Gedung DPR/MPR.

Menurut Iman, kerusuhan bermula setelah massa pengunjuk rasa menyelesaikan aksi dan petugas melakukan konsolidasi. Saat itu, sekelompok massa yang tidak dikenal datang dan melakukan penyerangan serta perusakan terhadap fasilitas umum.

“Selanjutnya ketika para pengunjuk rasa yang pertama sudah selesai melakukan kegiatannya dan kemudian para petugas kami sedang melakukan konsolidasi, lalu sekelompok massa yang tidak dikenal dengan tiba-tiba mendatangi dan melakukan penyerangan ke fasilitas umum, pengrusakan fasilitas umum tanpa membawa atau mengusung aspirasi apa pun,” kata Iman kepada wartawan, Sabtu (29/8/2026).

Iman menyebut kelompok tersebut tidak menyampaikan aspirasi dalam aksinya. Berdasarkan pendalaman awal, massa itu datang dengan tujuan melakukan kerusuhan.

 

Lakukan Pencocokan Identitas

Untuk mengungkap keterlibatan mereka, penyidik kemudian mencocokkan identitas orang-orang yang diamankan dengan data kelompok yang telah dimiliki kepolisian.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat individu atau kelompok yang sebelumnya pernah terlibat, atau justru merupakan kelompok baru.

“Kami sedang melakukan penyinkronan data dengan data yang sedang kami, yang sudah kami miliki tahun yang lalu sehubungan dengan data-data kelompok-kelompok tersebut dengan apa yang sudah kami amankan kemarin,” ujarnya.

“Jadi sedang kami padukan apakah ada yang berulang ataukah ini merupakan orang-orang atau kelompok-kelompok yang baru,” sambung Iman.

Iman mengatakan proses pendalaman masih berlangsung. Polisi membutuhkan waktu untuk memastikan keterlibatan masing-masing pihak sekaligus memenuhi unsur pidana dalam penyidikan.

“Memang sebagian besar dari yang melakukan kerusuhan ini berdasarkan hasil pendalaman yang penyidik lakukan, terafiliasi atau memiliki paham dalam komunitas Anarko,” kata Iman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6