KRL Terganggu Gara-Gara Tawuran, Dipicu Insiden Anak SD

Tawuran antarwarga sempat didamaikan di kantor Kelurahan Bukit Duri. Namun, bentrokan kembali pecah.

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 18:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tawuran antarwarga pecah di Bukit Duri, Jakarta Selatan, mengganggu perjalanan KRL.
  • Pemicu diduga insiden anak tertabrak kendaraan saat menyeberang rel kereta.
  • Mediasi gagal, bentrokan kembali terjadi, diduga ada provokator dari luar.

Liputan6.com, Jakarta - Tawuran antarwarga pecah di sisi rel kereta kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026). Bentrokan tersebut sempat mengganggu perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jakarta-Bogor. 

Lurah Bukit Duri Muhamad Ngasri mengatakan, tawuran diduga dipicu persoalan yang terjadi pada Kamis (20/8/2026) malam.

Saat itu, sejumlah anak kelas 6 SD menyeberangi rel. Salah seorang anak dari kelompok warga lain kemudian tertabrak kendaraan.

“Ya kronologinya mungkin kemarin malam Kamis. Anak-anak nyebrang rel, anak sebelah ketabrak. Anak-anak kelas 6 SD. Orang tuanya ribut antarwarga, puncaknya semalam. Karena semalam ada terluka,” kata Ngasri saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Perselisihan antarwarga sempat didamaikan di kantor Kelurahan Bukit Duri. Namun, bentrokan kembali pecah tak lama setelah warga meninggalkan lokasi pertemuan.

“Tadi sempat didamaikan kembali di kelurahan saya panggil. Sepuluh menit keluar dari kelurahan, di lokasi pecah,” ujarnya.

 

Tawuran Reda

Menurut Ngasri, bentrokan tersebut tidak hanya melibatkan warga Bukit Duri. Dia menduga ada pihak dari luar yang ikut memprovokasi.

“Ada provokasi dari pihak luar. Bukan banyak warga Bukit Duri,” katanya.

Bentrokan terjadi di sisi rel kereta. Kondisi kini telah kembali kondusif.

“Sudah reda. Sudah reda barusan,” ujar Ngasri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6