Istana: Kami Kerja Bukan untuk Survei

Istana Respons Survei Kepuasan Kinerja Prabowo: Kami Kerja Bukan untuk Survei

Diterbitkan 30 Juli 2026, 20:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam sembilan bulan terakhir.

Prasetyo menegaskan pemerintah tidak bekerja untuk mengejar hasil survei. Menurut dia, seluruh program yang dijalankan pemerintah berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pencapaian cita-cita Indonesia sebagai negara maju, sejahtera, serta mandiri.

“Kita bekerja bukan dalam rangka mencari survei,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kereta Nusantara Explorer dalam perjalanan dari Batang menuju Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Ia meyakini masyarakat dapat melihat berbagai program pemerintah yang dijalankan sebagai bagian dari upaya memenuhi janji kampanye Presiden Prabowo.

“Kami tidak pernah melihat atau bekerja untuk mengejar sebuah survei. Tapi dari yang kita kerjakan, kita yakin rakyat akan bisa menerima semua yang kita jalankan sebagai janji kampanye, sebagai cita-cita kita bersama sebagai bangsa dan negara yang ingin maju, yang sejahtera, mandiri dalam berbagai bidang, di antaranya pangan, kemudian energi, industrialisasi kita kejar, hilirisasi kita kejar,” tutur Prasetyo.

 

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun

Sebelumnya, SMRC memaparkan hasil survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo selama sembilan bulan terakhir.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan survei dilakukan pada 5-19 Juli 2026. Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat sebesar 51,1 persen pada Juli 2026.

Angka tersebut terdiri atas 46,3 persen responden yang menyatakan cukup puas dan 4,8 persen sangat puas. Sementara itu, sebanyak 46,9 persen responden mengaku kurang atau tidak puas, sedangkan 2,1 persen tidak menjawab.

“Sementara yang merasa kurang atau tidak puas 46,9 persen dan tidak tahu 2,1 persen,” kata Deni saat memaparkan hasil studi bertajuk Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden melalui kanal YouTube SMRC TV, Minggu (26/7/2026).

Deni mengatakan tingkat kepuasan tersebut turun dibandingkan hasil survei pada November 2025 yang mencapai 81,2 persen. Dengan demikian, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo menurun sekitar 30,1 poin persentase dalam sembilan bulan.

“Ini cukup konsisten turunnya. Di bulan Maret kita temukan di 66 persen, terus turun lagi. Turun bisa dikatakan cukup tajam, 30,1 persen dalam sembilan bulan,” kata Deni.

 

Tingkat Ketidakpuasan Naik Drastis

Deni menambahkan, tingkat ketidakpuasan publik meningkat dari 16 persen pada November 2025 menjadi 46,9 persen pada Juli 2026.

“Sisanya tidak puas, naik dari 16 persen pada survei November 2025 ke 46,9 persen. Sementara yang tidak jawab itu stabil. Ini menarik,” tambahnya.

Menurut Deni, penurunan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo berkaitan dengan meningkatnya penilaian negatif masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.

“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” jelas Deni.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6