Wamenag Minta Ledakan di MAN 3 Padang Tak Dikaitkan dengan Radikalisme

Dia menegaskan, penyebab kejadian harus ditelusuri secara menyeluruh.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 09:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wamenag minta tak kaitkan ledakan MAN 3 Padang dengan radikalisme buru-buru.
  • Penyebab ledakan harus ditelusuri menyeluruh, tunggu hasil penyelidikan resmi.
  • Peristiwa ini momentum perkuat perlindungan anak dan cegah perundungan di sekolah.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i meminta masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan peristiwa ledakan yang melibatkan siswa di MAN 3 Padang dengan paham radikalisme. Dia menegaskan, penyebab kejadian harus ditelusuri secara menyeluruh.

“Peristiwa seperti yang terjadi di MAN 3 Padang harus ditelusuri secara utuh. Jangan terburu-buru menyimpulkan apa yang menjadi pemicu hingga peristiwa itu terjadi,” ujar Romo Syafi'i, Kamis (16/7/2026).

Dia menjelaskan pengalaman pada sejumlah kasus sebelumnya menunjukkan dugaan awal tidak selalu sesuai dengan hasil penyelidikan. Romo Syafi'i mencontohkan peristiwa ledakan di Jakarta yang sempat dikaitkan dengan radikalisme, namun setelah didalami justru dipicu oleh persoalan psikologis pelaku.

Karena itu, dia meminta seluruh pihak menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum dan tidak membangun opini berdasarkan dugaan atau informasi yang belum terverifikasi.

Di sisi lain, dia menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap anak, termasuk mencegah praktik perundungan di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, penanganan isu perundungan telah menjadi perhatian serius pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Cegah Perundungan

Pemerintah juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Perundungan yang melibatkan berbagai Kementerian dan Lembaga (K/L).

“Penanganan perundungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu pemerintah membangun sinergi lintas sektor melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) agar setiap anak terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan perundungan,” kata Romo Syafi'i.

Dia mengatakan Satgas dan Gernas RANA difokuskan untuk mewujudkan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak, baik di lingkungan rumah, satuan pendidikan, ruang publik, maupun ruang digital.

Romo Syafi'i menegaskan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik. Selain penegakan aturan, pencegahan perundungan juga memerlukan penguatan pendidikan karakter, kepedulian orang tua, guru, dan masyarakat, serta layanan pendampingan bagi anak.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama agar sekolah benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa dalam mempersiapkan masa depannya,” kata Romo Syafi'i, dikutip dari Antara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6