Liputan6.com, Jakarta - Industri pengembangan teknologi bergerak dengan kecepatan eksponensial. Di masa kini, siapapun dapat membangun sebuah aplikasi hanya dalam kurun waktu satu akhir pekan saja.
Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul sebuah pertanyaan krusial yang sering kali terabaikan. Apakah aplikasi tersebut benar-benar aman untuk segera diluncurkan?
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa kecepatan pengembangan perangkat lunak sering kali tidak diimbangi oleh kecepatan pengujian keamanannya.
Advertisement
Menjawab tantangan tersebut, ITSEC Asia memperkenalkan inovasi terbaru, Bronyx AI, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dirancang khusus untuk mempercepat proses uji keamanan siber (penetration testing) tanpa mengorbankan kualitas perlindungan data.
President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengungkapkan bahwa metode pengujian keamanan siber konvensional saat ini memakan waktu yang sangat lama. Ia mengibaratkan lambatnya uji siber manual ini seperti lambatnya proses pemeriksaan medis di rumah sakit.
"Bayangkan kamu pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes darah, tetapi kamu harus menunggu hingga enam minggu hanya untuk melihat hasilnya. Tentu saja itu tidak efisien. Hal yang sama terjadi di industri kita. Ketika kamu mengembangkan sesuatu, kamu harus segera mengujinya saat itu juga agar bisa langsung digunakan secara aman," ujar Patrick, Rabu (15/7/2026) di Jakarta.
Ia menjelaskan, pengujian siber manual seperti penetration testing, penilaian kerentanan (vulnerability assessment), dan pengujian kode (code review) merupakan pekerjaan yang sangat berat, intensif, namun sangat krusial.
"Selama 16 tahun kiprahnya di industri ini, tim ahli ITSEC Asia yang beranggotakan 400 pekerja profesional telah sukses menyelesaikan lebih dari 7.000 proyek keamanan siber. Namun, dinamika ancaman global yang berubah setiap harinya menuntut langkah adaptasi yang radikal,"Â Patrick menambahkan.
Â
Bekerja Tanpa Henti
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9298141/original/048715900_1784127139-IMG_5350.jpg)
Di sinilah peran penting Bronyx AI. Mengandalkan agen kecerdasan buatan pintar (AI agents), platform ini mampu bekerja tanpa henti untuk mengotomatisasi proses pengujian siber yang sebelumnya didominasi oleh pekerjaan manual.
"Saya sangat menyukai teknologi ini karena agen-agen AI ini tidak pernah merasa lelah. Mereka bekerja 24 jam sehari, tidak butuh kopi, tidak pergi bersosialisasi, dan tidak pernah mengambil cuti. Kehadiran mereka di mana-mana sangat membantu meningkatkan efisiensi kerja dari manual ke otomatisasi," Patrick menjelaskan.
Lebih lanjut, Patrick menekankan bahwa Bronyx AI tidak dibangun menggunakan model AI luar negeri yang sekadar dimodifikasi kemasannya. Seluruh sistem dikembangkan secara mandiri (built from scratch) di dalam negeri oleh talenta-talenta lokal Indonesia.
Â
Advertisement
Tata Kelola Data Lokal
Langkah ini diambil demi menjamin kedaulatan data dan kepatuhan penuh terhadap regulasi tata kelola data di tanah air.
"Kami mengembangkannya langsung di Indonesia, bersama orang Indonesia, dari dasar sekali. Semua data dan prosesnya terjadi di sini. Berbeda dengan alat AI asing yang kerap menimbulkan keraguan mengenai ke mana data kita mengalir. Sebagai perusahaan keamanan siber, kami hanya memiliki satu pilihan terbaik: mengembangkannya di dalam rumah sendiri," tegasnya.
Kecepatan yang ditawarkan Bronyx AI pun diklaim sangat revolusioner. Dannacher berkelakar bahwa jika platform tersebut dijalankan sejak awal ia mulai berbicara dalam presentasinya, hasil pengujian keamanan siber pertama sudah bisa didapatkan dalam waktu kurang dari tujuh menit.
Kendati demikian, Dannacher menegaskan bahwa kehadiran Bronyx AI bukanlah ancaman bagi para profesional siber manusia.
Platform ini tidak akan menggantikan peran pengetes keamanan siber (pentester), melainkan menjadi alat bantu (enabler) yang membuat pekerjaan mereka jauh lebih cepat, akurat, dan efisien demi menyongsong masa depan keamanan siber yang lebih kokoh.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298463/original/022893100_1784171596-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T101149.857.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9298140/original/097956800_1784127137-IMG_5346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298444/original/012761000_1784171006-Argentina_s_Leandro_Paredes__5__falls_as_he_battles_for_the_ball_with_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298289/original/003845200_1784165599-063_2286277553.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298237/original/082194800_1784160981-England_head_coach_Thomas_Tuchel_talks_to_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298232/original/069179300_1784159975-England_s_Jude_Bellingham__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298228/original/014527500_1784157563-Argentina_s_Enzo_Fernandez__24__celebrates_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298219/original/046786200_1784155102-Argentina_s_Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893080/original/092267000_1721123116-finalissima.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298207/original/014755300_1784152342-000_C2B98B9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298101/original/039516800_1784119903-WhatsApp_Image_2026-07-15_at_15.57.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298041/original/072295600_1784115559-WhatsApp_Image_2026-07-15_at_15.56.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297960/original/080980600_1784112251-Direktur_Utama_BEI_Jeffrey_Hendrik-15_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292471/original/054670300_1783597457-Ketua_Dewan_Komisioner_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi-9_Juli_2026h.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297925/original/037904400_1784111009-Menteri_Koordinator_Bidang_Infrastruktur_dan_Pembangunan_Kewilayahan__Agus_Harimurti_Yudhoyono__AHY_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297787/original/040792600_1784106843-20260715_131933.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4708873/original/094005700_1704683548-agus-dietrich-eUjufrdx_bM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296764/original/036260400_1784024123-WhatsApp_Image_2026-07-14_at_17.10.25.jpeg)