Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat di Sragen

MPLS perdana menjadi awal perjalanan pendidikan para siswa.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 21:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mensos Gus Ipul membuka MPLS Sekolah Rakyat Sragen TA 2026/2027.
  • Sekitar 28 ribu siswa baru bergabung di Sekolah Rakyat berbagai jenjang.
  • Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, hanya penjangkauan keluarga prasejahtera.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, gelombang pertama bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mulai digelar pada Selasa (14/7/2026).

Setibanya di lokasi, Gus Ipul beserta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan rombongan disambut penampilan baris-berbaris dari siswa-siswi SRT 78, Kabupaten Sragen dan yel-yel dari calon siswa. Kemudian ada juga penampilan pencak silat dari Arya Purbaya, siswa SRMA 17 Surakarta.

Penampilan berikutnya berupa pidato tiga bahasa, yakni Jepang, Inggris dan Arab. Lalu, ada pula penampilan istimewa paduan suara siswa-siswi Sekolah Rakyat serta pembacaan puisi.

Selain itu, ada juga demonstrasi sistem mengajar di Sekolah Rakyat yang diperagakan oleh seorang guru IPA bernama Aulia.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul sempat berdialog dengan para calon siswa-siswi yang akan bersekolah di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen. Ia menanyakan kesiapan para murid yang nantinya menimba ilmu di sekolah berkonsep asrama ini.

"Siap sekolah?" tanya Gus Ipul kepada para calon siswa.

"Siap" jawab mereka kompak dan penuh semangat.

"Ada yang ingin mundur?" tanya Gus Ipul lagi.

"Tidak" jawab para murid dengan tegas.

"Alhamdulillah semuanya sudah semangat sekolah," ujar Gus Ipul.

 

 

 

28 Ribu Siswa Baru Bergabung

Gus Ipul mengungkapkan, ada sekitar 28 ribu siswa baru yang bergabung di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran ini. Jumlah tersebut terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang tersebar di beberapa titik Sekolah Rakyat.

"Dan ini masih akan bertambah terus (jumlahnya)," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan, tidak ada sistem pendaftaran bagi murid-murid yang akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat. Dia menegaskan, hanya ada proses penjangkauan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

"Saya ingin sampaikan bahwa Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan oleh pendamping-pendamping sosial Kementerian Sosial bekerjasama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini timnya bapak bupati, wali kota, atau juga timnya gubernur di tingkat provinsi. Kerja sama bersama Dikdasmen setempat, bersama BPS untuk menjangkau keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat," jelasnya.

Murni, ibu salah satu calon siswi Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen mengaku sangat senang anaknya Septiana Selfi Safira (12) bisa melanjutkan pendidikan. Ia berharap anaknya kelak menjadi sosok yang pintar, sukses, dan bisa menggapai cita-cita sebagai guru matematika.

"Anak saya walaupun terlahir dari keluarga tidak mampu, Alhamdulillah mendapat peringkat 1 terus, makanya tadi menyukai matematika," ungkap Murni.

Selain Menteri Sosial dan Adapun Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, turut hadir dalam kegiatan ini Sekjen Kemensos Robben Rico, Bupati Sragen Sigit Pamungkas, dan Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar yang hadir secara daring lewat zoom.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6