Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Diduga Dirakit Siswa

Polisi menyelidiki ledakan diduga bom rakitan yang menggegerkan MAN 3 Padang.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ledakan diduga bom rakitan terjadi di MAN 3 Padang pada 14 Juli 2026.
  • Siswa R (17) diduga pelaku, merakit bom setelah belajar secara daring.
  • Polisi amankan barang bukti dan dalami motif, tidak ada korban jiwa.

Liputan6.com, Jakarta - Ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan menggegerkan MAN 3 di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Pelaku diduga adalah siswa sekolah tersebut.

Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengatakan benda yang diduga bom rakitan itu pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah. Temuan tersebut kemudian dilaporkan pihak sekolah kepada aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," kata Mayndra dalam keterangannya.

Polisi langsung menyisir area sekolah dan melakukan penanganan awal terhadap seorang pelajar berinisial R (17). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, R diduga merupakan pemilik barang-barang tersebut.

"Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman," kata Mayndra.

Mayndra menjelaskan, pelaku mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025.

Dari keterangan awal terduga, perangkat diduga dirakit secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring. Bahan peledak tersebut dibuat di rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya.

 

Dalami Motif

Selain itu, pelaku juga mengaku telah bergabung pada sejumlah grup daring untuk membahas terkait pembuatan bahan peledak.

"Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," kata Mayndra.

Sementara itu, Mayndra menyebut tim penyidik masih mendalami motif perbuatan tersebut.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Kini, barang-barang tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6