Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat mulsa organik dari bahan rumah tangga semakin banyak diterapkan oleh para masyarakat, utamanya bagi yang hobi berkebun. Mulsa sendiri adalah material penutup permukaan tanah yang digunakan untuk menjaga kelembapan, mencegah gulma, dan menstabilkan suhu tanah. Mulsa terbagi menjadi dua jenis utama, yakni mulsa organik (seperti jerami, sekam, atau daun kering) yang dapat menyuburkan tanah, serta mulsa anorganik (seperti mulsa plastik hitam perak) yang awet dan efisien.Â
Begitu berartinya perannya untuk pertumbuhan tanaman, cara membuat mulsa organik dari bahan rumah tangga menjadi menarik untuk dikulik. Berikut informasi selengkapnya, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (14/7/2026).
1. Kumpulkan Bahan yang Mudah Diurai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296399/original/050232400_1784013318-memilih.jpeg)
Tahap awal dalam cara membuat mulsa organik dari bahan rumah tangga adalah mengidentifikasi dan mengumpulkan material yang tepat. Daun kering, misalnya, sangat mudah ditemukan dan efektif menjaga kelembapan tanah serta menekan gulma. Potongan rumput sisa pangkasan juga dapat dimanfaatkan sebagai mulsa.
Karton bekas tanpa lapisan plastik atau lilin, serta koran lama, dapat menghalangi cahaya matahari dan menekan gulma. Sisa sayuran dan buah, seperti kulit pisang yang kaya kalium dan fosfor, merupakan bahan kompos terbaik karena mudah terurai dan kaya nutrisi, sangat baik untuk tanaman berbunga dan berbuah.
Ampas kopi dan teh dapat menambahkan nitrogen serta mineral ke tanah, sekaligus menarik cacing dan bahkan mencegah siput. Ampas teh secara spesifik mengandung NPK dan mineral. Cangkang telur, kaya kalsium, penting untuk menguatkan batang tanaman dan mencegah busuk akar.
Ampas kelapa juga bisa menjadi mulsa alami yang menjaga kelembapan tanah dan kaya kalium untuk tanaman buah. Sementara itu, serbuk gergaji efektif menekan gulma dan menjaga kelembapan tanah lebih lama, namun disarankan menggunakan yang sudah tua untuk menghindari kekurangan nitrogen pada tanah.
Advertisement
2. Cacah Bahan Menjadi Ukuran Lebih Kecil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296400/original/000539800_1784013319-6487587923091426139.jpeg)
Setelah bahan-bahan terkumpul, langkah selanjutnya adalah mempersiapkannya agar lebih efektif sebagai mulsa. Bahan berukuran besar seperti karton, daun kering, atau sisa sayuran dan buah perlu dipotong atau dicacah menjadi ukuran yang lebih kecil. Proses pencacahan ini akan membantu mempercepat penguraian.
Beberapa bahan, misalnya potongan rumput atau daun segar, mungkin memerlukan pengeringan singkat. Hal ini bertujuan untuk menghindari pembusukan terlalu cepat atau timbulnya bau tidak sedap saat mulsa diaplikasikan.
Untuk cangkang telur, hancurkan hingga halus agar mudah terurai dan nutrisinya lebih cepat tersedia bagi tanah. Jika menggunakan serbuk gergaji, pastikan sudah tua atau biarkan mengendap beberapa minggu sebelum dipakai untuk mencegah kekurangan nitrogen pada tanah.
3. Pencampuran Beberapa Jenis Material Organik untuk Keseimbangan Nutrisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296405/original/009056700_1784013430-1512821573044494760.jpeg)
Meskipun mulsa dapat dibuat dari satu jenis bahan, pencampuran beberapa jenis material organik dapat memberikan manfaat yang lebih penting bagi tanah dan tanaman. Kombinasi bahan 'hijau' yang kaya nitrogen, seperti sisa sayuran, dengan bahan 'cokelat' yang kaya karbon, seperti daun kering atau karton, akan menciptakan keseimbangan nutrisi yang lebih baik saat terurai. Pencampuran ini juga membantu menjaga tekstur mulsa agar tidak terlalu padat atau terlalu ringan.
Advertisement
4. Mempercepat Proses dengan Dekomposisi Parsial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296402/original/014937800_1784013320-mulsa.jpeg)
Untuk beberapa jenis bahan, proses dekomposisi parsial sebelum aplikasi sebagai mulsa dapat memberikan manfaat signifikan. Metode ini sering disebut sebagai 'pre-composting' atau pengomposan awal. Anda bisa membuat tumpukan kecil dari bahan-bahan yang sudah dicacah dan membiarkannya terurai sebagian selama beberapa minggu.
Proses ini akan mengaktifkan mikroorganisme yang akan memperkaya mulsa Anda. Sampah organik yang sudah disimpan lebih lama memiliki banyak kandungan mikroorganisme, sehingga dapat mempercepat proses penguraian sampah organik baru. Kompos yang sudah jadi juga merupakan mulsa organik yang sangat baik, karena menyediakan nutrisi lengkap dan meningkatkan struktur tanah.
5. Teknik Aplikasi Mulsa yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296403/original/074353300_1784013320-mengaplikasikan.jpeg)
Setelah bahan mulsa siap, tahap selanjutnya adalah mengaplikasikannya pada area tanam. Sebarkan mulsa secara merata di atas permukaan tanah dengan ketebalan sekitar 5 hingga 10 sentimeter. Penting untuk tidak menumpuk mulsa terlalu dekat dengan batang tanaman. Beri jarak beberapa sentimeter dari pangkal batang untuk mencegah pembusukan atau serangan hama.
Untuk mulsa yang ringan, seperti koran atau daun kering, Anda bisa menimpa lapisan tersebut dengan kompos atau bahan yang lebih berat di atasnya. Hal ini bertujuan agar mulsa tidak mudah tertiup angin dan tetap pada posisinya.
Advertisement
6. Pemeliharaan dan Manfaat Jangka Panjang Mulsa Organik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296404/original/031726500_1784013321-2338861984215198299.jpeg)
Mulsa organik akan terurai seiring waktu, menambah bahan organik ke dalam tanah. Oleh karena itu, pemeliharaan dan penambahan berkala sangat penting untuk mempertahankan ketebalan optimal. Masa pakai mulsa organik bervariasi tergantung jenis bahan dan kondisi lingkungan.
Jerami padi umumnya bertahan 3-6 bulan, daun kering 2-4 bulan, dan sekam padi 4-8 bulan. Petani perlu menambahkan lapisan baru secara berkala untuk mempertahankan ketebalan 5-10 cm. Periksa mulsa secara rutin, jika terlihat terlalu padat, Anda bisa mengaduknya sedikit untuk meningkatkan aerasi.
Jika terlalu basah, pastikan ada jarak dari batang tanaman untuk mencegah hama dan penyakit. Seiring waktu, mulsa organik akan terdekomposisi dan menjadi bahan organik tanah, menambah nutrisi alami seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta memperbaiki struktur tanah.
Tips Tambahan agar Mulsa Organik Lebih Efektif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4856857/original/046820500_1717773693-20240606_125556.jpg)
Agar hasilnya lebih optimal, perhatikan beberapa tips berikut:
- Gunakan bahan organik yang bebas pestisida dan bahan kimia.
- Hindari membuat lapisan mulsa terlalu tebal agar sirkulasi udara tetap baik.
- Tambahkan mulsa secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman.
- Periksa kelembapan tanah secara rutin, terutama saat musim hujan.
- Kombinasikan beberapa jenis bahan organik untuk memperoleh manfaat yang lebih beragam.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Mulsa Organik dari Bahan Rumah Tangga
1. Apa saja bahan rumah tangga yang bisa digunakan untuk membuat mulsa organik?
Bahan-bahan seperti daun kering, potongan rumput, karton bekas, koran lama, sisa sayuran dan buah, ampas kopi dan teh, cangkang telur, ampas kelapa, dan serbuk gergaji dapat digunakan.
2. Mengapa penting untuk mencacah bahan mulsa sebelum diaplikasikan?
Pencacahan bahan mulsa menjadi ukuran yang lebih kecil membantu mempercepat proses penguraian dan membuatnya lebih efektif.
3. Berapa ketebalan ideal mulsa organik saat diaplikasikan pada tanaman?
Mulsa sebaiknya diaplikasikan dengan ketebalan sekitar 5 hingga 10 sentimeter.
4. Apa manfaat utama menggunakan mulsa organik dari bahan rumah tangga?
Mulsa organik membantu menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, memperbaiki struktur tanah, menambah nutrisi, dan mengurangi limbah rumah tangga.
5. Seberapa sering mulsa organik perlu diganti atau ditambahkan?
Masa pakai mulsa bervariasi (misalnya, daun kering 2-4 bulan, jerami 3-6 bulan), sehingga perlu ditambahkan lapisan baru secara berkala untuk mempertahankan ketebalan optimal.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296716/original/039483300_1784021857-cek_fakta_-_gibran_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296274/original/073062000_1784009598-cek_fakta_-_pendamping_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296398/original/065310100_1784013317-4767608985252395137.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292116/original/017292800_1783585765-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294053/original/082906500_1783778628-Jayden_Adams.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296024/original/097611600_1784000800-000_B9FB274.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294052/original/078184700_1783778533-adams_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293767/original/045633200_1783749356-Alexander_Sorloth.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710891/original/090798400_1782791218-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.25__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295984/original/006342200_1783998580-000_B8H387Q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295008/original/003877500_1783912245-OV3QPvmfQXwFKYKaXKpoiCJAhTgLZWzrajOkixsF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296022/original/078600900_1784000543-mochawalk-tempeh-4930032_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296385/original/004307400_1784012948-333e58df-b44e-40af-9d6a-cf6723aabbee.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296455/original/067849500_1784014785-Inspirasi_Xeriscape_Bergaya_Tropis.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296429/original/012869500_1784014322-Outdoor_Lounge_Minimalis_Tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4577831/original/045518700_1694853962-Nonton_Film.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296513/original/070475200_1784016743-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5249124/original/098315100_1749628777-3._Membantu_Pengambilan_Keputusan_yang_Lebih_Baik.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295010/original/026667800_1783912247-MvqJRVBjWAdUjJhggXBJEtX5Reycabaf6krXu4NT.jpg)