Seskab Teddy: Prabowo Minta Rosan Buka Data Investasi ke Publik Besok

Informasi tersebut akan disampaikan secara terbuka di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026.

Diterbitkan 14 Juni 2026, 21:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo menerima laporan peningkatan kepercayaan dan minat investasi asing ke Indonesia.
  • Menteri Investasi Rosan Roeslani melaporkan hasil kunjungan kerja dari AS, Eropa, dan Asia.
  • Prabowo memerintahkan Rosan untuk menyampaikan data investasi positif ini ke publik.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, terkait meningkatnya kepercayaan dunia internasional dan tingginya minat investasi asing ke Indonesia.

"Presiden menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara terkait hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat serta sejumlah negara di Eropa dan Asia," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Minggu.

"Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional," sambungnya.

Menurut Teddy, Prabowo memerintahkan Rosan untuk menyampaikan data positif terkait tingginya minat investasi asing kepada masyarakat. Informasi tersebut akan disampaikan secara terbuka di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026.

"Presiden juga memerintahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani agar data positif tersebut disampaikan kepada publik secara terbuka pada besok siang, Senin, 15 Juni 2026, di Istana Merdeka," ujarnya.

Daftar Menteri Dipanggil

Teddy mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan informasi yang utuh dan berbasis fakta kepada masyarakat, termasuk terkait data investasi yang masuk ke Indonesia.

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6