Pemkab Bangka Tengah Gencarkan Penanaman Mangrove di Kawasan Pesisir

Pemkab Bangka Tengah gencarkan penanaman mangrove di kawasan pesisir untuk melindungi garis pantai dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemkab Bangka Tengah gencarkan penanaman mangrove di pesisir.
  • Mangrove lindungi pantai dari abrasi, jaga biota laut, dukung ekonomi pesisir.
  • Program libatkan masyarakat, targetkan 100 ribu mangrove untuk perlindungan ekosistem.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggencarkan penanaman mangrove di kawasan pesisir untuk melindungi garis pantai dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan.

Menurut Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, wilayah pesisir Bangka Tengah mencapai sekitar 40 persen sehingga membutuhkan perlindungan lingkungan berkelanjutan dan menyeluruh.

"Keberadaan mangrove sangat penting karena mampu menahan gelombang laut, sekaligus mengurangi pengikisan pantai sepanjang kawasan pesisir secara alami," ujar Algafry, Selasa (9/6/2026) melansir Antara.

Dia menegaskan, pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan agar keseimbangan ekosistem pesisir tetap terjaga berkelanjutan pada masa depan.

Menurut Algafry, pemerintah daerah (pemda) setempat setiap tahun terus melakukan penanaman mangrove bersama masyarakat sebagai bentuk nyata menjaga kelestarian alam di tengah tantangan perubahan lingkungan pesisir saat ini.

"Selain mencegah abrasi, mangrove juga berfungsi menjaga habitat biota laut serta mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir secara ekonomi berkelanjutan," kata dia.

 

Libatkan Berbagai Komunitas Lingkungan

Algafry mengatakan, Pemkab Bangka Tengah juga melibatkan berbagai komunitas lingkungan untuk mendukung program rehabilitasi kawasan pesisir.

Menurut dia, kesadaran masyarakat menjaga lingkungan menjadi faktor penting keberhasilan program pelestarian mangrove di kawasan pesisir untuk jangka panjang.

Algafry menyampaikan, kerusakan ekosistem pesisir dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat terutama nelayan yang bergantung pada sumber daya laut.

"Kita terus mendorong kegiatan penanaman mangrove secara bertahap pada sejumlah wilayah pantai rawan abrasi. Pemkab Bangka Tengah menargetkan penanaman seratus ribu mangrove dengan melibatkan masyarakat serta berbagai pihak terkait lainnya di daerah pesisir," kata dia.

"Program penanaman mangrove diharapkan mampu memperkuat perlindungan ekosistem pesisir, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat Bangka Tengah pada masa mendatang," jelas Algafry.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6