Sukses

Salam Rhoma Irama untuk Jokowi dalam Rapat Giant Sea Wall

Gubernur DKI Jakarta Jokowi menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR. Dalam rapat itu, mereka membahas soal rencana reklamasi Pantai Utara Jakarta. Jokowi dan beberapa jajarannya pun mengawali rapat dengan memaparkan program tanggul laut raksasa alias giant sea wall.

Namun ada hal lain di luar program reklamasi pantai yang terlontar dalam rapat itu. Yakni 'kehadiran' sang Ksatria Bergitar yang digaungkan sebagai capres usungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Usai menyampaikan paparan selama sekitar 15 menit, pimpinan rapat Romahurmuziy dari Fraksi PPP membuka sesi tanya jawab. Anggota Fraksi PKB Jazuli Fawaid pun buka suara. Dia mempertanyakan kelanjutan program itu bila Jokowi maju sebagai capres pada Pilpres 2014 nanti.

"Pak Gubernur, program reklamasi ini kan sudah Anda lakukan saat menjadi Gubernur. Kalau Pak Jokowi nyalon presiden, pertanyaan saya, apakah mampu dilanjutkan oleh penerusnya? Atau ini dilanjutkan? Jangan lupa," tanya Jazilul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).

Jazuli juga mengaitkan program reklamasi pantai dengan wacana pemindahan Ibukota yang selama ini santer disuarakan oleh pemerintah pusat. Ia mempertanyakan, kalau pemindahan ibukota tersebut benar-benar direalisasikan oleh pemerintah pusat, maka pembangunan giant sea wall yang menghabiskan dana ratusan triliun rupiah itu akan sia-sia.

"Pemindahan Ibukota, apakah ini dipikirkan oleh Pak Gubernur dan Presiden? kalau mau dipindah, nggak usah dikembangkan. Daripada ini ramai, sudah ada reklamasi, ternyata dipindahnya ke Jonggol," ujarnya.

"Atau mungkin kalau Pak Jokowi jadi presiden, jangan-jangan nanti pusat Ibukotanya di sana," imbuhnya.

Untuk pertanyaan yang terkait dengan bagaimana nasib proyek itu bila menjadi capres kelak, Jokowi tidak menggubrisnya. Dia hanya mau menjawab kemungkinan bila kawasan reklamasi pantai itu menjadi Ibukota baru.

"Di tempat ini bisa jadi pusat pemerintahan, karena lahannya ada 5.100 hektar yang perencanannya akan bagus kalau dimulai dari awal. Kabel di bawah tanah, duckting bawah tanah, dan akan jadi kota efisien karena ke mana-mana dekat. Ini akan efisienkan sebuah kota, industri juga akan kompetitif karena dekat dengan pelabuhaan," tutur politisi PDIP ini.

Setelah mendengar penjelasan Jokowi, Jazuli pun tiba-tiba menyahut dan menyampaikan salam kepada Jokowi dari Rhoma Irama. Raja Dangdut itu sempat menyebut kemungkinan Rhoma dan Jokowi untuk berduet dalam pilpres mendatang.

"Oh ya, Bapak dapat salam dari Rhoma Irama. Semoga nanti bisa sama-sama kolaborasi di pantai utara," pungkas Jazuli disambut gelak tawa para anggota komisi lain. (Ndy/Sss)