Liputan6.com, Jakarta - Keluarga Muhammad Ilham Pradipta (37), kepala cabang bank yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan, mengaku kecewa dengan vonis yang dijatuhkan kepada para terdakwa. Setelah mengikuti seluruh proses persidangan, keluarga memilih berserah diri dan menyerahkan keadilan kepada Tuhan.
"Setelah sidang pembacaan vonis tadi, kami hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT," kata mertua korban, Iwan Triwansyah, usai sidang pembacaan vonis di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Pria berusia 69 tahun itu mengaku masih sulit menerima putusan yang dijatuhkan majelis hakim. Menurutnya, hukuman yang diterima para terdakwa tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami keluarga akibat kehilangan sosok yang mereka cintai.
Advertisement
"Hari ini saya hanya geleng kepala dan menarik napas panjang. Apa yang kami harapkan atas kejadian terbunuhnya menantu saya ternyata tidak sepadan dengan hukumannya," ujar Iwan.
Dia mengatakan, keluarga telah mengikuti seluruh proses hukum dengan harapan mendapatkan keadilan yang setimpal atas hilangnya nyawa Muhammad Ilham Pradipta. Namun, putusan yang dibacakan majelis hakim dinilai belum mampu mengobati luka yang mereka rasakan.
Meski demikian, Iwan meyakini setiap perbuatan pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, keluarga memilih tetap berpegang pada keyakinan bahwa keadilan sejati akan ditegakkan oleh Tuhan.
"Semoga hukuman yang ada di dunia ini mereka rasakan walaupun hanya sebentar. Tapi nanti di akhirat tidak akan tertolakan. Akan ada hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka di dunia," ucap Iwan.
Bagi keluarga korban, keyakinan tersebut menjadi penguat setelah melewati perjalanan panjang mengikuti proses hukum sejak kasus ini terungkap. Kehilangan Ilham tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga perjuangan panjang keluarga dalam mencari keadilan.
Keluarga Kecewa Berat
Dalam kesempatan itu, Iwan menggambarkan keluarganya sebagai masyarakat biasa yang memiliki keterbatasan dalam memperjuangkan harapan mereka. Namun, di tengah keterbatasan tersebut, keluarga memilih tetap bersandar pada doa dan keyakinan.
"Kami, keluarga korban sangat kecewa sekali, tetapi pada akhirnya kami menyerahkan semuanya kepada Allah," ucap Iwan, dikutip dari Antara.
Dalam amar putusan, majelis hakim menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara kepada terdakwa utama, Serka Mochamad Nasir. Terdakwa juga dijatuhi pidana tambahan berupa pemecatan dari dinas militer dan diwajibkan membayar restitusi sebesar Rp 750 juta.
Sementara itu, Kopda Feri Herianto divonis tujuh tahun penjara, dipecat dari dinas militer, serta diwajibkan membayar restitusi Rp500 juta. Adapun terdakwa ketiga, Serka Frengky Yaru, dijatuhi hukuman satu tahun penjara.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2739072/original/057326800_1551245536-20190227-Mahfud-Md-Datangi-KPK-DWI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554271/original/056398400_1776064966-WhatsApp_Image_2026-04-13_at_14.16.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3594220/original/032588200_1633508023-peristiwa-5-oktober-lahirnya-tentara-nasional-indonesia-begini-sejarahnya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715363/original/041394300_1782801197-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_13.19.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304620/original/094760400_1784724402-Zul_Arsyi_Dilantik_Jadi_Perwira_TNI_di_Istana_Negara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2877129/original/012648500_1565279485-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/44632/original/tni-ilustrasi--130604c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303922/original/056559900_1784700335-presidenri.go.id-22072026121408-6a6051a0e8ee18.76974960-e1784697352952.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8255981/original/075501400_1781141587-WhatsApp_Image_2026-06-11_at_07.34.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3462181/original/003369400_1621607679-1c-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)