Kesaksian Korban Kebakaran Kemayoran: Baru Pulang Ngojek, Api Sudah Besar

Kebakaran bermula sekitar pukul 20.55 WIB.

Diterbitkan 02 Juni 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran, diduga korsleting listrik, terjadi Senin malam.
  • Sekitar 250 rumah dan 330 KK terdampak, warga panik dan ada yang sesak napas.
  • Pemerintah siapkan pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka, bantuan logistik disalurkan.

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6) malam, diduga dipicu oleh korsleting listrik. Musibah ini diperkirakan mengakibatkan sekitar 250 rumah dan 330 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Kebakaran bermula sekitar pukul 20.55 WIB. Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam dengan 165 personel untuk menjinakkan api.

Salah satu warga sekaligus Sekretaris Gabungan RT 12 hingga 16 RW04 Kebon Kosong, Supriatin, menceritakan kepanikan saat api mulai merambat ke area rumahnya.

"Saya baru pulang ngojek, apinya sudah besar. Saya panik karena istri saya sedang sakit di rumah," ungkap Supriatin seperti dilansir Antara.

Supriatin menambahkan bahwa istrinya sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal di lokasi kejadian.

Meski demikian, ia telah memastikan seluruh anggota keluarganya yang berjumlah tiga orang dalam kondisi selamat.

 

 

Mengungsi ke Lapangan Jusuf Hamka

Pemerintah siapkan titik lokasi pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, agar pendataan dan koordinasi bantuan kedaruratan bencana kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat lebih efektif.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menyatakan bahwa fasilitas pengungsian telah disiapkan dengan dukungan berbagai pihak.

"Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas," jelas Safrizal di Jakarta, Selasa (2/6) dinihari.

Tiga tenda telah disiapkan dari Dinas Sosial DKI Jakarta, dan sejumlah mobil logistik lainnya dari PMI hingga BPBD telah tiba di lokasi.

 

Pendataan

Saat ini, pendataan sedang dilakukan secara mendalam, mencakup warga terdampak di dua RW, yakni RW 04 yang meliputi lima RT (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta RW 05 yang mencakup tiga RT (RT 01, 02, dan 03).

Safrizal menjelaskan bahwa data tersebut akan mencakup detail mengenai usia sekolah untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak tetap terpenuhi.

Setelah situasi kedaruratan berakhir, pemerintah akan melakukan inventarisasi bangunan dan mendiskusikan langkah jangka panjang bagi warga.

"Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman," pungkas Safrizal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6