TPA Cipayung Depok Kebakaran

Titik api terlihat muncul di area tumpukan sampah yang berada tidak jauh dari lokasi penimbangan truk.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 22:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • TPA Cipayung Depok terbakar pada Kamis malam, api berhasil dilokalisasi.
  • Penyebab kebakaran masih diselidiki, proses pendinginan sedang berlangsung.
  • TPA Cipayung alami overload; DLHK minta Damkar siram sampah cegah kebakaran.

Liputan6.com, Jakarta - Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, terbakar pada Kamis (16/7/2026) malam. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) berhasil melokalisasi api dan kini masih melakukan proses pendinginan untuk mencegah kobaran kembali muncul.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Titik api terlihat muncul di area tumpukan sampah yang berada tidak jauh dari lokasi penimbangan truk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Reni Siti Nuraeni mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

"Sekarang kita lokalisir dahulu titik api sehingga tidak menyebar. Alhamdulillah sekarang sudah padam, tapi sekarang sedang proses pendinginan supaya tidak ada percikan api lagi, karena pemicunya berarti kan ada," ujar Reni.

Menurut Reni, api awalnya muncul dari satu titik sebelum merambat ke tumpukan sampah di sekitarnya.

"Untuk titik api kalau tadi sih hanya satu, tapi kemudian merambat," katanya.

DLHK masih mendata luas area yang terdampak kebakaran, termasuk memastikan ada atau tidaknya truk sampah yang ikut terbakar.

"Untungnya tadi truk memang ada yang antre di situ, tapi begitu ada api langsung digeser," jelasnya.

 

TPA Cipayung Kelebihan Kapasitas

Reni mengakui TPA Cipayung saat ini masih mengalami overload dengan timbunan sampah mencapai sekitar 2,9 juta ton. Setiap hari, TPA tersebut menerima tambahan sampah sekitar 900 hingga 1.000 ton.

"Nah, ini yang harus kita antisipasi ke depan setelah kejadian ini," ucapnya.

Untuk mencegah kebakaran serupa, DLHK akan meminta bantuan Damkar melakukan penyiraman area tumpukan sampah sedikitnya dua kali sehari selama musim kemarau.

"Tadi saya sudah minta tolong ke Damkar yang ada di lokasi sini supaya satu hari itu minimal dua kali penyiraman untuk antisipasi karena memang cuaca sedang panas," pungkas Reni.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6