Sukses

Kemajemukan Partai Sarikat Indonesia

Liputan6.com, Jakarta: Electoral threshold Pemilihan Umum 1999. Ketentuan inilah yang membuat sejumlah parpol tak bisa mengikuti Pemilu 2004. Mereka gagal memperoleh suara sebanyak dua persen. Untuk bisa mengikuti Pemilu 2004, delapan parpol dengan platform berbeda akhirnya berkumpul di Surabaya, Jawa Timur, 17 Desember 2002. Mereka membentuk sebuah partai baru yang diberi nama Partai Sarikat Indonesia (PSI). Menurut Ketua Umum PSI Rahardjo Tjakraningrat, baru-baru ini di Jakarta, partainya adalah Indonesia kecil. Sebab, di sini bergabung berbagai parpol dengan platform berbeda. Ada aliran Islam, Katolik, sosial demokrat, dan nasionalis. &quotPenggabungan itu bukan merupakan paksaan,&quot kata Rahardjo.

Kedelapan parpol itu adalah Partai Daulat Rakyat, Partai Katolik Demokrat, Partai Sarikat Islam Indonesia, Partai Bhinneka Tunggal Ika, Partai Nasional Indonesia Front Marhaenis, PNI Massa Marhaen, Partai Persatuan, dan Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia. Baru-baru ini, tiga partai juga menyatakan bergabung, yakni Partai Nasional Induk Banteng Kerakyatan 1927, Partai Kongres Pekerja Indonesia, dan Partai Pemersatu Bangsa. Di bawah payung PSI, mereka siap bertarung dalam Pemilu 2004 dengan nomor urut 22.

&quotSaya rasa, PSI ini akan abadi,&quot ujar Rahardjo menambahkan. Maklum, kemajemukan elemen pun telah menjadikan PSI bersifat terbuka. Apalagi disadari, PSI tak mungkin sukses menangguk suara hanya dengan mengedepankan sentimen aliran. Untuk itu, PSI akan mencoba menarik hati kaum marjinal, seperti pekerja, pedagang kaki lima, dan petani dalam pemilu mendatang.

Target PSI adalah lolos electoral threshold atau meraih tiga persen suara. Menurut Sekretaris Jenderal PSI Jumhur Hidayat, target ini tidak terlalu sulit. Sebab, sebagian fungsionarisnya adalah orang-orang berkompeten dalam bidangnya. Contohnya, meski bukan partai buruh, PSI tetap menempatkan sejumlah tokoh pada organisasi buruh sebagai calon anggota legislatif nomor jadi. &quotKalau teman-teman mendukung dia [caleg], mereka mendukung perjuangan buruh,&quot papar Jumhur. Inilah yang dinilai sebagai strategi jitu untuk meraih suara dari kaum buruh.

Dalam Pemilu 2004, PSI menetapkan Siswono Yudohusodo sebagai calon presiden tunggal. Pencalonan ini membawa keuntungan buat PSI. Sebab, Siswono dikenal dekat dengan petani. Organisasi yang dipimpinnya, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, juga memiliki basis massa yang kuat. Dengan menjagokan Siswono, PSI meyakini mampu meraup suara dari kalangan petani. Apalagi sosok bekas Menteri Transmigrasi era Presiden Soeharto itu menjanjikan bakal menjadi juru kampanye.

Misi utama PSI memasuki panggung politik Indonesia adalah menjadikan lembaga legislatif lebih berdaya. Mereka juga bertekad memutus rantai kolusi antara eksekutif dan legislatif. Dengan begitu DPR akan menjadi lembaga yang berwibawa dan benar-benar menjadi kontrol untuk presiden. Jika partai ini mampu mengantar Siswono ke kursi presiden, mereka berjanji, tak ada fungsionaris PSI yang duduk di kabinet. Ini adalah bukti PSI serius memutus mata rantai kolusi antara eksekutif dan legislatif.(ULF/Alvito Deanova dan Yoseph Herhudi Lestari)