3.084 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra Direvitalisasi

Pemerintah mempercepat revitalisasi sekolah terdampak bencana di Sumatra dengan menyalurkan bantuan untuk 3.084 dari total 4.992 sekolah yang rusak.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 07:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah prioritaskan revitalisasi ribuan sekolah terdampak bencana di Sumatra.
  • Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan untuk 3.084 dari 4.992 sekolah terdampak.
  • Sisa 1.000+ sekolah akan direhabilitasi, dengan anggaran Rp 2 triliun telah dicairkan.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah tengah memprioritaskan revitalisasi sekolah terdampak bencana di Sumatra. Tercatat, hingga 12 Mei 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyalurkan bantuan untuk ribuan sekolah terdampak.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari menyatakan, percepatan revitalisasi satuan pendidikan di Pulau Sumatra merupakan bentuk perhatian serius pemerintah bersama DPR terhadap penanganan pascabencana.

"Rapat koordinasi ini merupakan perhatian yang besar dari Bapak Presiden, dari pemerintah dan DPR RI terhadap bencana yang terjadi di Sumatra," kata dia dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penanganan Pascabencana Sumatra di DPR, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian menjelaskan, total sekolah terdampak bencana di Sumatra mencapai 4.992 sekolah. Dari jumlah tersebut, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan revitalisasi dan rehabilitasi terhadap 3.084 sekolah.

"Kemudian yang sudah dibuat pekerjaan yang kerja sama oleh Kementerian Dikdasmen untuk renovasi rehabnya itu lebih kurang Rp3.084," jelas Tito.

Mengenai masih adanya lebih dari 1.000 sekolah yang belum dilakukan revitalisasi, Tito menegaskan proses rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah-sekolah itu masih dalam tahap perencanaan pembangunan lanjutan.

"Nah masih ada sekitar seribuan lagi yang ditanyakan tadi, yang seribuan tadi bukan berarti didiamkan. Yang seribuan tadi nanti Kementerian Dikdasmen akan melakukan kerja sama lagi untuk rencana pembangunannya," jelas Tito.

 

Sudah Alokasi Anggaran

Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran besar untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana Sumatra.

"Anggaran yang sudah dikeluarkan Kementerian Dikdasmen Rp 2 triliun yang sudah dicairkan. Masih ada lagi kira-kira Rp 1,8 sampai Rp 1,9 triliun," ungkap Tito.

Selain kerusakan sekolah, Tito menyebut masih terdapat sejumlah infrastruktur lain seperti jembatan yang belum sepenuhnya pulih.

Meski demikian, proses belajar mengajar di sebagian besar wilayah terdampak tetap berjalan. Sejumlah sekolah masih menggunakan fasilitas sementara, terutama di kawasan rawan bencana yang direncanakan untuk direlokasi.

"Dari 4.922 sekolah, ada beberapa sekolah yang ada di tenda, terutama di daerah merah yang diharap relokasi," ungkap dia.

Menurut Tito, pemerintah saat ini juga tengah membahas kesiapan lokasi relokasi bagi sekolah-sekolah yang berada di zona rawan bencana. Sementara itu, sebagian sekolah lain masih menggunakan fasilitas darurat atau menumpang di sekolah terdekat.

"Ada juga yang menumpang di sekolah yang lain. Ada juga yang di kelas darurat," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6