<i>Polling</i> Pemilu ala <i>SCTV</i> Dinilai Tak Murni

"Panggil saja teman-teman [pendukung partai], terus disuruh mengirim SMS ke SCTV," kata Ketua DPD DKI Partai Pelopor Tarmidi Suharjo. Sebaliknya, Suhaibin Sidi dari PPDI memuji polling ini.

Diterbitkan 10 Desember 2003, 19:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Jajak pendapat soal partai favorit Pemilihan Umum 2004 via short messages service yang diselenggarakan stasiun televisi SCTV ditanggapi beragam oleh para pemimpin partai peserta pemilu. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Jakarta Partai Kebangkitan Bangsa Marzuki Usman menilai, hasil polling ini tak bisa dijadikan acuan. Sebab, pesertanya cuma orang-orang yang memiliki telepon genggam. "Yang bisa beli HP [handphone] kan cuma orang-orang kaya," protes Marzuki, Rabu (10/12) ini, di Jakarta.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah DKI Partai Pelopor Tarmidi Suharjo berpendapat serupa. Menurut mantan Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, jumlah pengirim SMS bisa saja direkayasa. "Panggil saja teman-teman [pendukung partai], terus disuruh mengirim SMS ke SCTV," olok dia. Jadi Tarmidi berkesimpulan, hasil kegiatan yang digelar dengan pertanyaan "Partai Mana yang Paling Anda Sukai" itu, tidak murni.

Sebaliknya, Ketua Partai Penegak Demokrasi Indonesia Suhaibin Sidi memuji jajak pendapat Stasiun Ngetop. Dia mengimbau agar pengurus partai politik memperhatikan data kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. "Ini [hasil polling] adalah kenyataan yang harus dihadapi," ungkap Suhaibin.

Sejauh ini, polling Pemilu 2004 ala SCTV sudah memasuki hari kedua. Hasilnya, Partai Keadilan Sejahtera masih menduduki tempat teratas selama dua hari berturut-turut. Sementara Partai Amanat Nasional menyusul di peringkat kedua. Di lain pihak, juara Pemilu 1999 PDIP malah bertengger di posisi ketiga. Setelah itu, secara mengejutkan Partai Damai Sejahtera bercokol di urutan keempat, menggeser Partai Golongan Karya di urutan kelima [baca: Pemilu 2004 Diikuti 24 Parpol].(MTA/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6