Ketua KPK Hadiri Pelantikan Peradi Profesional, Beri Pesan Ini ke Advokat

Ia juga menyinggung misi Peradi Profesional yang mengusung konsep advokat modern dan intelektual.

Diterbitkan 10 Mei 2026, 16:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KPK anggap advokat mitra strategis, namun akan tindak penyalahgunaan profesi.
  • KPK ajak kolaborasi pendidikan antikorupsi, tekankan integritas advokat.
  • Wamenkumham soroti peran advokat lindungi HAM; PERADI ingin advokat modern beretika.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua KPK Setyo Budiyanto mengingatkan advokat agar tidak menghambat proses hukum. Hal itu disampaikan Setyo saat menghadiri pelantikan pengurus PERADI Profesional periode 2026–2031 di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta.

“Di KPK, kami melihat advokat sebagai mitra strategis, bukan musuh,” kata Setyo, Minggu (10/5/2026).

Namun, Setyo menegaskan KPK tidak akan diam jika ada advokat menyalahgunakan profesinya. Dia menyoroti praktik transaksional dalam penanganan perkara.

“Kami tidak segan jika ada oknum yang menyalahgunakan profesi mulia ini untuk menghambat proses hukum. Integritas adalah harga mati,” tegasnya.

Setyo juga menyinggung misi PERADI Profesional yang mengusung konsep advokat modern dan intelektual. Ia meminta slogan itu dibuktikan lewat etika dan moralitas hukum.

“Kami di KPK membuka pintu selebar-lebarnya untuk kolaborasi, khususnya pendidikan antikorupsi bagi advokat,” ujarnya.

 

Pesan Wamenkum

Dalam kesempatan sama, Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej menegaskan advokat punya peran penting melindungi hak asasi manusia. Menurut dia, KUHAP memberi hak advokat mendampingi tersangka, terdakwa, saksi, hingga korban.

“Peran advokat dititikberatkan dalam perlindungan HAM terhadap individu,” ucap Sharif.

Ketua PERADI Profesional Harris Arthur Hedar menegaskan organisasinya bukan lahir karena konflik internal. Ia menyebut PERADI Profesional dibentuk menjawab perubahan zaman dan perkembangan teknologi hukum.

“Kami ingin membangun organisasi advokat yang modern dalam sistem, tinggi dalam etika, dan berani memperjuangkan keadilan,” katanya.

Pelantikan itu dihadiri sejumlah pejabat negara. Di antaranya Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, hingga perwakilan Polri, Kejaksaan, DPR RI, dan Mahkamah Agung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6