Prabowo: Negara Ambil Alih Tambang Ilegal, Target 2026 hingga 8 Juta Hektare Kembali ke Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kekayaan bangsa tidak boleh dicuri oleh siapa pun.

Diterbitkan 01 Mei 2026, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kekayaan bangsa tidak boleh dicuri oleh siapa pun. Karenanya, dirinya tidak rela jika ada penambangan yang dilakukan serampangan dan ilegal.

"Setelah saya jadi Presiden, saya belajar, saya lihat data-data, percayalah negara kita sangat kaya. Hanya kekayaannya ini banyak yang dicolong. Mereka bikin kebun tanpa izin. Banyak bikin tambang tanpa izin. Aku sudah ambil alih itu semua," ujar Prabowo saat peringatan May Day di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Prabowo mencatat, sampai dengan hari ini, tambang-tambang tak berizin sudah 5 jua hektare yang berhasil dia ambil alih.

Nantinya, kata dia, hasil dari tambang-tambang tersebut akan dikembalikan ke rakyat untuk kesejahteraan mereka. Targetnya, hingga akhir tahun 2026, total akan ada 8 juta hektare yang akan kembali dikuasai negara.

"Saudara-saudara sekalian. Sampai hari ini sudah hampir 5 juta hektare yang kita kuasai kembali ke rakyat. Perhitungan saya sampai akhir 2026 kita akan kuasai kembali sampai 8 juta hektare," yakin Prabowo.

"Jadi kita sudah tutup ribuan tambang ilegal, ribuan, dan ini kita akan kelola dan ini nanti akan kita kuasai semua dan itu nanti untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia," imbuhnya menandasi.

 

Hadiri Peringatan Hari Buruh, Prabowo Janji Sisa Hidupnya untuk Rakyat

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan hari buruh atau May Day di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Kepada ribuan buruh yang hadir di acara tersebut, Prabowo menjanjikan sisa hidupnya diabdikan untuk rakyat.

"Saudara memberi mandat kepada saya dan percayalah saya akan memberi segalanya untuk membela rakyat saya! Sisa hidup saya, sisa hidup saya adalah untuk rakyat saya, saudara-saudara sekalian," kata Prabowo saat berpidato, Jumat (1/5/2026).

Menurut Prabowo, bukan hal mudah untuk berada di posisinya saat ini sebagai presiden Republik Indonesia. Namun kekalahan demi kekalahan setiap kontestasi pemilihan presiden tidak membuatnya mengurungkan niat untuk dapat mensejahterakan rakyat kecil, seperti buruh, petani dan nelayan.

"Saudara-saudara sekalian, saya... lima kali saya ingin jadi presiden. Lima kali. Empat kali kalah. Tapi saya merasa, buruh, tani, dan nelayan selalu bersama saya saudara-saudara. Saya, kita tahu kadang-kadang elit-elit itu... kadang-kadang merekalah banyak akal. Tapi nggak apa-apa! Akhirnya saudara memberi mandat kepada saya," bangga Prabowo.

Karena itu, demi menjaga amanat tersebut, Prabowo meminta para pembantunya untuk mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, kepada kelompok buruh dan masyarakat kecil.

"Anda tanya semua menteri saya, saya memberi instruksi: saudara-saudara para menteri, kalau menyusun kebijakan, berpikir, bertanya, apakah ini menguntungkan rakyat kecil atau tidak? Kalau menguntungkan rakyat kecil, laksanakan. Itu sudah benar, enggak usah ragu-ragu," Prabowo menandasi.

 

Janji Prabowo Buruh Bisa Punya Rumah Sendiri Meski Mencicil, Tak Perlu Lagi Mengontrak

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berjanji agar para buruh bisa membeli rumah sendiri. Sebab dia mendengar jika 30 persen penghasilan buruh untuk mengontrak rumah.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

"Tadi kalian mengatakan penghasilan kalian 30 persen untuk kontrak, ya toh? Nanti, nanti kita akan yakinkan miliki rumah tersebut. Jadi yang tadi 30 persen untuk kontrak, kita kurangi. Itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri," ujar Prabowo di Monas, Jumat (1/5/2026).

Dia juga mengatakan, cicilan rumah tersebut bisa terus dilakukan bahkan hingga 40 tahun. Sebab, Prabowo yakin mereka tidak akan lari kemana-mana dan tak lagi bayar cicilan.

"Cicilnya kalau bisa 20 tahun. Kalau enggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun. Karena buruh tidak mungkin lari ke mana-mana, betul? Petani dan nelayan enggak mungkin lari ke mana-mana," tutup Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6