Dirut KAI: Keselamatan Penumpang Tak Membedakan Gender Laki-Laki atau Perempuan

Sebelumnya, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan gerbong KRL perempuan dipindah ke tengah rangkaian usai kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Diterbitkan 29 April 2026, 10:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KAI prioritaskan keselamatan, tidak bedakan gender dalam penempatan gerbong.
  • Gerbong wanita di depan/belakang demi kenyamanan, akses, dan keamanan.
  • Pemisahan gerbong bertujuan cegah pelecehan dan tingkatkan perlindungan.

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, menanggapi usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi soal gerbong KRL perempuan ditempatkan di tengah, usai kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Bobby menegaskan pihaknya tidak memberdakan gender dalam pembagian urutan gerbong.

“Kami tidak membedakan gender laki dan perempuan. Bagi kami PT Kereta Api Indonesia, keselamatan adalah nomor satu. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi. Baik pelanggan atau pengguna jasa perempuan, maupun pengguna jasa dari laki-laki. Tentang penempatan laki dan perempuan, itu hanya untuk kenyamanan atau kemudahan saja,” kata Bobby pada konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

 

Gerbong Khusus Wanita di Awal dan di Akhir Rangkaian

Bobby menyebutkan alasan penempatan gerbong perempuan berada di depan dan belakangan yakni demi kenyamanan dan kemudahan akses.

“Jadi selama ini, kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga,” kata dia.

Aspek yang lain pemisahan gerbong adalah mencegah pelecehan atau kekerasan seksual pada perempuan.

“Aspek pertama adalah supaya tidak terjadi yang namanya harassment. Yang kedua adalah memberikan kemudahan-kemudahan akses untuk para perempuan atau para wanita juga. Yang ketiga adalah memberikan security yang lebih. Karena itu kan lebih dekat dengan penjaga yang ada di situ,“ pungkasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6