Penjelasan Imigrasi Depok soal WNA Inggris Tewas Tergantung di Toilet

Kantor Imigrasi Depok telah berkoordinasi dengan perwakilan (Dubes) Pemerintah Inggris.

Diterbitkan 23 April 2026, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • WNA Inggris ditemukan tewas di kamar mandi tahanan Imigrasi Depok.
  • Petugas menemukan korban tergantung setelah mendobrak pintu kamar mandi.
  • Imigrasi Depok berkoordinasi dengan kepolisian, Dubes Inggris, dan keluarga.

Liputan6.com, Jakarta - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris, bernama Duncan James Rance ditemukan tewas di dalam kamar mandi ruang tahanan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok. Hal itu pun telah dikonfirmasi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok dan dilaporkan ke Duta Besar (Dubes) Inggris.

Kepala Kantor Imigrasi Depok, Irvan Triansyah, mengakui adanya WNA yang ditemukan meninggal di kantornya. Atas kejadian itu, kantor Imigrasi Depok telah berkoordinasi dengan perwakilan (Dubes) Pemerintah Inggris.

“Imigrasi telah dan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, perwakilan Pemerintah Inggris dan keluarga di Indonesia, guna memastikan komunikasi yang baik serta penanganan lebih lanjut,” ujar Irvan, Rabu (22/4/2026).

Irvan menjelaskan, sebelumnya WNA berinisial DJR ditemukan petugas dalam kondisi tak sadarkan diri. Hal itu terjadi pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 15.45 WIB, petugas menerima laporan adanya kecurigaan terhadap kondisi deteni (tahanan) yang berada di dalam kamar mandi ruang detensi.

“Petugas kemudian melakukan pengecekan awal, namun tidak ditemukan respons,” jelas Irvan.

 

Buka Paksa Pintu Kamar Mandi

Untuk memastikan kondisi keberadaan dan kondisi DJR, petugas Imigrasi melakukan tindakan pembukaan paksa pintu kamar mandi. Setelah pintu berhasil dibuka, DJR ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Petugas segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut,” terang Irvan.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penanganan dari kepolisian, DJR dinyatakan telah meninggal dunia. Proses penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya DJR. Kami berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara profesional dan bertanggung jawab,” ucap Irvan.

 

Evakuasi

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi membenarkan peristiwa itu dan memastikan korban dievakuasi petugas Polsek Sukmajaya bersama Inafis Polres Metro Depok.

“Ditemukan di kamar mandi ruang tahanan kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok,” ujar Made saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).

Made menjelaskan, awalnya korban ditahan pihak imigrasi Depok sejak Senin (20/4/2026) dikarenakan melanggar izin tinggal. Pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 15.20 WIB, berdasarkan rekaman CCTV, korban terlihat memasuki kamar mandi.

“Saat saksi sedang melintas ruang tahanan, korban tidak terlihat di ruang tahanan,” jelas Made.

Saksi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas dan kemudian dilakukan pengecekan.

“Saat mengecek ruang tahanan kosong, namun pintu kamar mandi tertutup,” terang Made.

Petugas Imigrasi Depok sempat memanggil korban namun tidak mendapatkan respon dari korban. Merasa penasaran, petugas mencoba melihat korban dari lobang tembok kamar mandi namun tidak terlihat.

“Petugas langsung mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan korban dalam keadaan tergantung pada besi teralis ventilasi kamar mandi,” ucap Made.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6