Prabowo Bakal Kirim WNI Terbaik untuk Ikut Program Kosmonot Rusia

Prabowo membahas program penjelajah luar angkasa Rusia saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Diterbitkan 22 April 2026, 12:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo berencana kirim WNI terbaik ikuti program kosmonot Rusia.
  • Rencana dibahas dengan Putin di Kremlin, Moskow, 13 Maret 2026.
  • Tujuannya tingkatkan keunggulan teknologi dan SDM antariksa Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto mengirimkan warga negara Indonesia (WNI) terbaik untuk mengikuti program kosmonot Rusia. Adapun kosmonot merupakan penjelajah luar angkasa yang dilatih oleh Rusia.

Sugiono mengatakan, Prabowo turut membahas soal kerja sama bidang ilmu pengetahuan dan teknologi hingga antariksa saat melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kresmlin, Moskow pada 13 Maret 2026. Termasuk, soal rencana pengiriman WNI mengikuti program kosmonot.

"Bapak Presiden juga menyampaikan kemungkinan untuk Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk bisa mengikuti program kosmonotnya Rusia," kata Sugiono dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

Menurut dia, pelatihan bidang antariksa merupakan salah satu parameter sebuah negara memiliki keunggulan teknologi. Selain itu, pelatihan di bidang tersebut juga dapat meningkatkan SDM Indonesia.

"Karena ini merupakan satu parameter bahwa suatu negara memiliki keunggulan di bidang teknologi, kemudian bisa mengirimkan awak ataupun alat ke orbit," ujarnya.

"Oleh karena itu, Bapak Presiden juga kemarin menyampaikan bahwa menjajaki kemungkinan untuk mengirimkan orang-orang Indonesia untuk bisa menjalani program pelatihan kosmonot tersebut," sambung Sugiono.

 

Kerja Sama Lainnya

Sugiono menuturkan, pembahasan kerja sama Prabowo dan Putin tidak hanya mencakup soal kerja sama antariksa saja. Namun, ada juga peningkatan kemitraan strategis di berbagai sektor.

"Pembahasan dan pembicaraan tersebut juga tentu saja mencakup berbagai bidang karena kita ketahui Rusia merupakan mitra strategis Indonesia yang status hubungan kemitraan strategisnya itu meningkat pada tahun 2025," Sugiono menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6