Pemkot Jaksel Targetkan Keruk 6.842 Meter Kubik Lumpur di Kali Krukut

SDA Jaksel menargetkan pengerukan sebanyak 6.842 meter kubik (m3) lumpur di Kali Krukut.

Diterbitkan 13 April 2026, 09:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • SDA Jaksel targetkan pengerukan 6.842 m3 lumpur di Kali Krukut Karet Semanggi.
  • Pengerukan ini untuk antisipasi tumpukan sampah dan banjir, selesai Agustus 2026.
  • Dua ekskavator dan 10 dump truck dikerahkan, dilengkapi pintu air dan pompa.

Liputan6.com, Jakarta - SDA Jaksel atau Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan menargetkan pengerukan sebanyak 6.842 meter kubik (m3) lumpur di Kali Krukut serta selokan di Jalan Bendungan Udik, RW 04, Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, untuk mengantisipasi tumpukan sampah dan banjir.

"Pengerukan Kali Krukut di Kelurahan Karet Semanggi ditargetkan dapat mengeruk 6.842 meter kubik sedimen lumpur dan sampah," ujar Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (13/4/2026) melansir Antara.

Dia mengatakan, dalam kegiatan kerja bakti pengerukan, pihaknya mengerahkan dua unit ekskavator amphibi dan 10 unit dump truck. Santo menjelaskan, pengerukan ditargetkan tuntas pada 10 Agustus 2026 mendatang atau empat bulan berjalan.

"Lalu, untuk mengatasi genangan di sini juga dioptimalkan dengan keberadaan pintu air yang nantinya juga akan kita lengkapi dengan pompa," ucap dia.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) melakukan kerja bakti skala besar pada Minggu 12 April 2026 kemarin.

 

Kerja Bakti untuk Atasi Terjadinya Genangan

Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar mengatakan, kerja bakti ini dilakukan untuk mengatasi terjadinya genangan yang ketinggiannya bisa mencapai 70 sentimeter di kawasan tersebut.

"Minimal kalau memang terjadi genangan itu akan bisa cepat surut. Upaya mengatasi genangan ini akan terus kami optimalkan sebelum musim hujan tahun ini," kata dia.

Oleh karena itu, Anwar berharap, kegiatan ini diharapkan memberi semangat bagi masyarakat, pemerintah, pihak swasta, pihak pelaku usaha dan seluruh warga Jakarta Selatan untuk berupaya konsisten memastikan lingkungan di sekitarnya tetap bersih serta bebas sampah dan banjir.

"Harus kita jaga sama-sama, kami dari pemerintah tidak henti-hentinya memberikan edukasi kepada warga, agar tidak membuang sampah di bantaran kali," tandas Anwar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6