Polda Metro Jaya Ungkap Unit Apartemen yang Dijadikan Pabrik Ekstasi di Jaktim

Polda Metro Jaya membongkar satu unit apartemen di Jakarta Timur (Jaktim) disulap jadi pabrik ekstasi.

Diterbitkan 01 April 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polda Metro Jaya membongkar pabrik ekstasi rumahan di apartemen Jakarta Timur.
  • Dua pelaku ditangkap, menyita 16,6 kg bahan baku dan ribuan butir ekstasi.
  • Pabrik beroperasi dua bulan, menghasilkan 2.000 ekstasi dan 50 pax happy water.

Liputan6.com, Jakarta - Satu unit apartemen di Jakarta Timur (Jaktim) disulap jadi pabrik ekstasi. Dua pelaku diciduk, bahan baku 16,6 kilogram disita.

Polda Metro Jaya membongkar clandestine lab itu pada Senin 30 Maret 2026 malam. Tersangka K (32) dan S (38) ditangkap di depan minimarket Tower G Apartemen Basura.

Dari tangan keduanya, polisi menyita 10 butir ekstasi. Pengembangan mengarah ke kamar pelaku di Tower Dahlia lantai 22. Di kamar itu, produksi sekaligus tempat penyimpanan.

"Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada 30 Maret 2026 disalah satu apartemen di wilayah Jakarta Timur, telah mengungkap clandestine lab (home industri) pembuatan narkoba jenis ekstasi dan happy water," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Di tempat itu, lanjut dia, ditemukan 16,6 kilogram bahan baku ekstasi siap cetak. Menurut Ahmad David, jumlah itu diperkirakan bisa menghasilkan lebih dari 33 ribu butir. Selain itu disita pula 643 butir ekstasi siap edar dan 34 bungkus 'happy water'.

"Lab ini sudah beroperasi sekitar dua bulan. Sudah memproduksi kurang lebih 2.000 butir ekstasi dan 50 pax happy water," papar dia.

 

Sita Alat Produksi

Ahmad David menyampaikan, pihaknya juga menyita sejumpah alat produksi, mulai alat cetak, timbangan, blender hingga perangkat laboratorium. Praktik ini masuk kategori clandestine lab skala rumahan. Saat ini kedua pelaku masih diperiksa intensif di Polda Metro Jaya.

"Polda Metro Jaya mengamankan dua orang terduga pelaku yang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6