Sudin LH Edukasi Warga Kepulauan Seribu untuk Pilah Sampah dari Sumbernya

Sudin LH Kepulauan Seribu mengedukasi warga Kepulauan Seribu untuk melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.

Diterbitkan 01 April 2026, 09:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Sudin LH edukasi warga Kepulauan Seribu pilah sampah dari sumber saat HPSN 2026.
  • Aksi bersih pantai kumpulkan 256 kg sampah, dipilah; edukasi pelaku usaha juga dilakukan.
  • Rangkaian kegiatan HPSN meliputi uji emisi kendaraan dan penanaman mangrove.

Liputan6.com, Jakarta - Sudin LH atau Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu mengedukasi warga Kepulauan Seribu untuk melakukan pemilahan sampah dari sumbernya saat memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa.

"Pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan kunci utama dalam mengurangi volume sampah dan meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan," ujar Kepala Sudin LH Kepulauan Seribu Aldi Jansen di Jakarta, melansir Antara, Rabu (1/4/2026).

Dia mengatakan, pemilahan sampah dari sumber merupakan langkah paling mendasar dan jika ini berjalan baik di masyarakat, maka pengelolaan sampah di hilir akan jauh lebih mudah dan optimal.

Menurut Aldi, sebagai bentuk implementasi HPSN, pihaknya menggelar aksi bersih pantai (beach cleanup) di Pantai Arsa bersama warga dan wisatawan dan sebanyak 256 kilogram sampah berhasil dibersihkan dan langsung dipilah.

"Total ada 90 kilogram sampah organik, 17 kilogram plastik dan 149 kilogram residu," kata dia.

Aldi mengatakan pihaknya juga memberikan edukasi pemilahan sampah melalui pembinaan kepada pelaku usaha agar dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sejak dari sumber.

"Melalui pembinaan ini, kami mendorong pelaku usaha untuk mulai memilah sampah dan mengelolanya dengan baik," terang dia.

 

Diisi dengan Uji Emisi

Menurut Aldi, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan uji emisi kendaraan bermotor sebagai upaya pengendalian pencemaran udara. Dalam pelaksanaan di Pulau Tidung, uji emisi diikuti 15 unit sepeda motor dan gerobak motor (Germor).

"Sebanyak sembilan kendaraan diuji dinyatakan lulus dan enam unit tidak lulus. Untuk Pulau Untung Jawa, dari 20 unit kendaraan yang diuji, sebanyak 16 unit lulus dan empat unit tidak lulus," kata Aldi.

Pihaknya juga melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove dan 10 bibit pohon sukun di Pulau Tidung yang melibatkan Gerakan Pramuka Saka Kalpataru serta berkolaborasi dengan Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu.

"Kami ingin memastikan bahwa pemilahan sampah dari sumber menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat. Sehingga, lingkungan di Kepulauan Seribu dapat tetap bersih, sehat dan berkelanjutan," terang Aldi.

Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa Muslim mengatakan, pelaksanaan kegiatan HPSN yang melibatkan berbagai unsur masyarakat ini berharap agar hal itu tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya peduli lingkungan.

"Kami menyambut baik kegiatan ini karena mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, baik warga maupun wisatawan , untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dalam memilah sampah dari sumber," tandas Muslim.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6