Tim SAR Gabungan Gencarkan Patroli di Selat Sunda Saat Arus Balik Lebaran 2026

Tim SAR gabungan menggencarkan patroli di perairan Selat Sunda guna memastikan kelancaran dan keselamatan penumpang kapal saat arus balik Lebaran 2026.

Diterbitkan 28 Maret 2026, 07:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tim SAR gabungan patroli Selat Sunda pastikan keselamatan arus balik Lebaran 2026.
  • Cuaca Selat Sunda tidak bersahabat, berpotensi hujan lebat dan gelombang tinggi.
  • Korlantas Polri siapkan rekayasa one way nasional di Tol Trans Jawa jika volume kendaraan meningkat.

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR gabungan menggencarkan patroli di perairan Selat Sunda guna memastikan kelancaran dan keselamatan penumpang kapal saat arus balik Lebaran 2026.

Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara, di Lampung Selatan mengatakan, patroli dilakukan untuk memberikan pelayanan dan memastikan kecepatan proses penyelamatan dan evakuasi jika penumpang kapal mengalami masalah di laut.

"Basarnas Lampung bersama BPTD, KSOP, dan Polairut Polda Lampung melakukan patroli untuk memantau dan memastikan kondisi di perairan Selat Sunda tetap aman," ujar Rezie, melansir Antara, Sabtu (28/3/2026).

Ia menjelaskan, pantauan jalur laut dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang kapal yang akan kembali ke Pulau Jawa setelah merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijrah bersama keluarga di kampung halaman.

Menurut Rezie, kondisi cuaca di perairan Selat Sunda sedang tidak bersahabat. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi terjadinya hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

"Patroli ini untuk memantau dan menyukseskan kegiatan tahunan masyarakat. Sejauh ini arus balik Lebaran dalam keadaan aman, dan lancar," ucap dia.

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan ASDP, TNI Polri, dan berbagai unsur terkait guna memastikan serta memperlancar arus balik Lebaran 2026.

"Kami akan terus melakukan pengamanan dan pemantauan sampai arus balik ini selesai," jelas Rezie.

 

Arus Balik, Korlantas Polri Buka Peluang Berlakukan One Way Nasional Tol Trans Jawa KM 414 hingga 70

Sebelumnya, Korlantas atau Korps Lalu Lintas Polri membuka peluang memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional dari KM 414 hingga KM 70 Tol Trans Jawa jika terjadi peningkatan volume kendaraan pada arus balik.

Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, pihaknya akan memantau terlebih dahulu jumlah mobil yang masuk ke Jakarta.

"Apakah harus di KM 414 nanti one way nasional arus balik tahap kedua atau mungkin kalau tidak ada bangkitan (kenaikan arus lalu lintas) yang tinggi, nanti mungkin kami geser ke one way tahap tiga. Mungkin boleh di Batang, boleh di Kendal," ujar Agus di Karawang Barat, Jawa Barat, melansir Antara, Sabtu (28/3/2026).

Dia juga mengatakan, arus lalu lintas pada Jumat 27 Maret 2026 terpantau landai, sehingga pihaknya fokus menindak kendaraan sumbu tiga yang melanggar kebijakan batasan operasional angkutan barang.

"Justru malam ini kami konsentrasi untuk penertiban SKB (surat keputusan bersama). Jadi, atas perintah Pak Kapolri, kami mengimbau agar supaya pengusaha logistik sumbu tiga agar tidak jalan dulu," ucap Agus.

 

One Way Presisi

Menurut Agus, langkah penindakan ini dilakukan untuk memprioritaskan para pemudik yang akan kembali ke rumah agar perjalanan mereka aman dan lancar.

Ada pun pada Jumat 27 Maret 2026, Korlantas Polri memberlakukan one way lokal Presisi.

One way tahap pertama Presisi diberlakukan dari KM 132 Tol Cipali sampai dengan KM 70 Tol Cikampek Utama. Rekayasa lalu lintas tersebut telah diberlakukan sejak Jumat pagi.

Sedangkan, one way tahap kedua Presisi yang baru dibuka, diberlakukan dari Km 263 Tol Pejagan sampai dengan KM 70.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6