Banjir Ciracas Sudah Mulai Surut: Situasi Belum Sepenuhnya Normal

Banjir di Ciracas mulai surut setelah sempat mencapai ketinggian satu meter, namun sejumlah wilayah masih menyisakan genangan dan warga tetap menghadapi dampak.

Diterbitkan 22 Maret 2026, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Banjir di 10 RW Kecamatan Ciracas mulai surut, dari 1 meter menjadi 20 cm.
  • Penyebab banjir adalah luapan Kali Baru dan Kali Cipinang akibat hujan deras di hulu.
  • Warga mengungsi ke kelurahan/tetangga; bantuan pangan disalurkan, belum merata.

Liputan6.com, Jakarta - Banjir di 10 RW Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, perlahan mulai surut. Hal itu diungkapkan Camat Ciracas, Panangaran Ritonga.

"Tadi pagi jam 6 tinggal 15 sampai 20 senti, sudah berangsur surut. Yang awalnya jam 1 itu ada yang 1 meter, pagi tadi jam 6 itu ketinggian maksimalnya ada yang 20 senti lagi. Belum kering memang," kata dia saat dihubungi, Minggu (22/3/2026).

Banjir mulai muncul sejak pukul 19.00 WIB, saat permukaan air di kali tiba-tiba naik meski hujan di Ciracas sudah reda pada Sabtu, 21 Maret 2026 kemarin. Air terus meninggi hingga mencapai puncaknya sekira pukul 01.00 WIB.

"Naiknya air mulai jam 7 malam ya. Naik-naik terus sampai jam 1 tadi malam itu.Dan ini yang mengindikasikan hujan di hulu di wilayah Cimanggis ini cukup deras kemungkinannya kemarin ini," ucap dia.

Ketinggian air di permukiman warga rata-rata berkisar antara 50 sentimeter hingga 1 meter. Air meluap dari Kali Baru dan Kali Cipinang yang tak mampu menampung debit kiriman dari hulu.

"Air itu kalau di warga itu hampir juga dia sekitar 50 sampai 1 meter-lah ya. Jadi limpas dia dari kali itu kan," ujar dia.

Dampaknya, sejumlah warga terpaksa mengungsi, terutama di wilayah Kelurahan Rambutan. Mereka bertahan di kantor kelurahan maupun rumah tetangga yang tidak terdampak.

“Ada yang mengungsi ke kelurahan, ada juga ke tetangga. Tapi memang banyak rumah kosong karena ditinggal mudik,” icap dia.

 

Belum Sepenuhnya Kering

Meski sempat tinggi, kondisi kini berangsur membaik. Namun sebagian wilayah masih tergenang dan belum sepenuhnya kering.

Pemerintah kecamatan saat ini fokus pada penanganan dengan berkoordinasi bersama Dinas Sosial. Bantuan pangan mulai disalurkan meski belum menjangkau seluruh warga terdampak.

“Kalau bantuan fisik belum, tapi untuk pangan dari sosial sudah ada," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6