Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Diberlakukan 17 Maret 2026 Malam, One Way Lokal hingga KM 263

Selain contraflow, JTT juga mendukung penerapan rekayasa lalu lintas one way lokal yang dimulai dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 263 Tol Pejagan-Pemalang sejak pukul 15.18 WIB, juga atas diskresi kepolisian.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 23:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jasa Marga terapkan contraflow dan one way lokal di Tol Jakarta-Cikampek untuk mudik.
  • Rekayasa lalu lintas ini dilakukan atas diskresi kepolisian karena volume kendaraan meningkat.
  • JTT siapkan fasilitas dan imbau pengguna jalan patuhi aturan demi keselamatan.

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga melalui anak usahanya, Jasamarga Transjawa Tol (JTT), mulai menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek untuk menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026.

Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paalo, mengatakan penerapan contraflow dilakukan berdasarkan diskresi kepolisian.

Contraflow diberlakukan di KM 55 hingga KM 70 arah Cikampek pada Selasa pukul 20.43 WIB.

"Saat ini volume lalu lintas terpantau meningkat, sehingga kami terus mengimbau pengguna jalan Tol Trans Jawa untuk mengutamakan keselamatan, dan mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol," kata Ria.

Selain contraflow, JTT juga mendukung penerapan rekayasa lalu lintas one way lokal yang dimulai dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 263 Tol Pejagan-Pemalang sejak pukul 15.18 WIB, juga atas diskresi kepolisian.

Penerapan rekayasa ini merupakan bagian dari upaya bersama antara Jasa Marga Group, kepolisian, dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk menjaga kelancaran arus kendaraan menuju wilayah timur Trans Jawa, khususnya saat puncak mudik.

 

Pengguna Jalan Diimbau Patuhi Lalu Lintas

Untuk mendukung kebijakan tersebut, JTT telah menyiapkan berbagai langkah operasional, antara lain pemasangan rambu dan traffic cone, penempatan petugas di titik strategis, serta optimalisasi kapasitas gerbang tol melalui penambahan gardu.

Selain itu, JTT juga berkoordinasi dengan kepolisian terkait pengaturan buka-tutup akses masuk tol, serta memastikan kesiapan layanan derek, ambulans, dan patroli yang siaga selama 24 jam.

Pengelola tol juga memastikan kesiapan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area, termasuk pengaturan kapasitas secara situasional melalui sistem buka-tutup untuk mencegah kepadatan kendaraan.

Dengan meningkatnya volume lalu lintas, pengguna jalan diimbau untuk tetap mematuhi arahan petugas dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6