Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengamankan helm milik terduga pelaku dan wadah kimia di lokasi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Dari barang bukti itu, pelaku bisa diidentifikasi.
“Helm dan wadah tersebut sedang diuji di laboratorium forensik. Mudah-mudahan ditemukan sidik jari atau DNA pelaku,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026).
Polisi masih mengumpulkan fakta hukum melalui analisis kamera CCTV dan jaringan komunikasi pelaku.
Advertisement
“Sampai dengan hari ini kami belum melakukan upaya paksa. Kami masih terus melakukan pengumpulan fakta hukum berdasarkan dari analisa CCTV dan jaringan komunikasi yang kami peroleh," kata Iman.
Polisi belum sampai pada kesimpulan sosok pelakunya. Polisi masih dalam tahap pengumpulan barang bukti.
"Kami masih analisa. Saya kira nanti kalau kami sudah fix menemukan seluruh alat bukti yang mengarah pada perbuatan seseorang sehingga seseorang dapat ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.
Dalam penyelidikan, Polisi turut menelusuri nomor polisi yang terpasang di sepeda motor para pelaku. Dari analisis CCTV, ditemukan sekitar 260 kemungkinan kombinasi nomor kendaraan.
"Untuk yang tertangkap CCTV, rekan-rekan sekalian kebetulan kami masih mendalami yang dua orang tersebut untuk yang tertangkap CCTV," tandas dia.
Pelaku Terlatih?
Polisi mengamankan 88 rekaman CCTV. Dari situ terlihat pelaku terlihat beraksi dengan tenang sebelum dan sesudah penyerangan.
“Kemudian apakah jaringannya sudah terlatih? Selama beberapa hari kami melakukan analisa digital, kami melihat perjalanan para pelaku ini memang memiliki ketenangan dalam melakukan apa perjalanan dari mulai satu titik ke titik yang lain pada saat menjelang-menjelang kejadian,” ucapnya.
Untuk diketahui, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh setelah disiram cairan yang diduga zat kimia di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat.
“Rekan-rekan sekalian, saat ini kondisi korban berdasarkan pemeriksaan medis mengalami trauma asam, kemudian luka bakar pada bagian wajah, lengan, batang tubuh, dan kedua anggota gerak lainnya,” kata Iman.
Menurut Iman, korban saat ini masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya.
Advertisement
Pergerakan Pelaku Sebelum dan Setelah Penyiraman Air Keras
Terkait peristiwa ini, Polri membentuk tim gabungan untuk mengungkap pelaku penyiraman. Tim tersebut terdiri dari penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri.
Setelah menerima laporan kejadian, tim langsung melakukan penyelidikan dengan menganalisis rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Sebanyak 86 titik CCTV disita dari berbagai sumber di sepanjang jalur yang diduga dilalui pelaku. Rinciannya, 7 kamera dari sistem tilang elektronik, 27 dari Diskominfo, 8 dari Dinas Perhubungan, dan 44 dari rumah warga serta perkantoran.
“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, ada 2.610 gambar dalam bentuk video dengan durasi 10.320 menit,” ujar Iman.
Hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga telah membuntuti korban sebelum penyerangan.
“Berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV dari sejumlah titik di Jakarta, para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian,” terang dia.
Dari rekaman CCTV, para pelaku terdeteksi bergerak dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul di Jalan Merdeka Timur, dekat Stasiun Gambir. Pelaku kemudian melintas di Jalan Ir H Juanda, Jalan Medan Merdeka Barat, hingga kawasan Tugu Tani sebelum menuju LBH Jakarta.
Saat korban selesai menghadiri kegiatan di LBH Jakarta, para pelaku mulai membuntuti pergerakan korban. Korban sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini Raya sekitar pukul 23.32 WIB hingga 23.35 WIB dan tetap diikuti pelaku.
Dia mengatakan, empat terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor lalu menunggu di depan KFC Cikini sebelum mengikuti korban ke Jalan Diponegoro hingga Jalan Salemba I. Di lokasi itulah pelaku menyiramkan cairan yang diduga asam kuat ke arah korban.
Pelaku Ganti Baju
Usai beraksi, dua pelaku kabur melawan arus menuju Senen, Kramat Raya, Tugu Tani hingga Gondangdia lalu bergerak ke Jakarta Selatan.
Sementara dua pelaku lainnya melarikan diri melalui Matraman menuju Jatinegara hingga Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur.
“Hasil analisa juga menunjukkan salah satu pelaku sempat mengganti pakaian sebelum melanjutkan pelarian,” ujar Iman.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530348/original/069835600_1773409382-69b3d1bc1f75b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8062367/original/095492200_1780906692-1001350335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548923/original/064624100_1775556600-Andrie-Yunus-Wakil-Koordinator-KontraS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8234642/original/071190300_1781094988-1001359283.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8216194/original/086603700_1781076027-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8216197/original/055372600_1781076030-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8216193/original/025081900_1781076027-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569416/original/031673100_1777441882-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7666589/original/072675100_1780460459-IMG_1003.jpeg)