Saat Prabowo Menjawab Anggapan Jembatan Desa Bukan Program Strategis

Prabowo Subianto menegaskan pembangunan jembatan di daerah terpencil merupakan langkah strategis untuk membantu masyarakat yang selama ini menghadapi kesulitan.

Diterbitkan 09 Maret 2026, 22:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo nilai pembangunan jembatan di daerah terpencil sangat strategis.
  • Pemerintah prioritaskan jembatan untuk menjawab kesulitan rakyat kecil.
  • Peresmian 218 jembatan oleh TNI jamin keselamatan anak ke sekolah.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyentil pembangunan jembatan di berbagai daerah sebagai program yang tak strategis, di mana menurutnya infrastruktur tersebut bisa menjawab dan meringankan kesulitan yang dialami oleh masyarakat, khususnya di daerah terpencil.

"Mungkin ada orang yang memandang jembatan gantung yang mungkin menyeberangi beberapa belas meter atau beberapa puluh meter sesuatu yang tidak strategis," kata Prabowo saat meresmikan 218 jembatan secara virtual sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (9/3/2026).

Dia menyadari banyak pihak yang ingin membangun monumen besar, gedung mewah, hingga gedung pencakar langit. Namun, Prabowo memilih membangun sebanyak mungkin jembatan untuk masyarakat Indonesia.

"Ada pihak-pihak yang ingin membangun monumen-monumen besar, membangun pencakar langit, membangun gedung-gedung mewah. Tidak, pemerintah yang saya pimpin bangga bahwa kita menjawab kesulitan rakyat kita yang paling kecil, rakyat kita yang paling jauh, rakyat kita yang paling terpencil," tuturnya.

Prabowo pun bangga dengan anggota TNI dan petugas di lapangan yang berhasil membangun 77 jembatan bailey, 59 jembaran armco, dan 82 jembatan perintis dalam waktu 2,5 bulan. Menurut dia, peresmian jembatan ini menjadi bukti disiplin, semangat, serta kecintaan TNI kepada bangsa dan negara.

"Bahwa Tentara Nasional Indonesia sumpahnya adalah rela mati, rela korbankan jiwa dan raganya untuk keselamatan bangsa dan negara. Ini saya kira makna dari peresmian jembatan-jembatan tersebut," jelas Prabowo.

 

Tidur dengan Lega

Dia pun mengaku kini telah bisa tidur dengan lega usai 218 jembatan selesai dibangun. Sebab, anak-anak tak perlu lagi menyebrangi sungai yang membahayakan keselamatannya untuk berangkat ke sekolah.

"Terima kasih kerja keras saudara-saudara. Sekarang saya tidur lebih lega karena anak-anak di desa-desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai dengan keadaan bahaya terhadap keselamatannya," ujar dia.

"Anak-anak kita di tempat-tempat terpencil tidak perlu lagi duduk di kelas dengan pakaian basah, pulang dari sekolah dengan pakaian basah," sambung Prabowo.

Kendati jembatan gantung di daerah terpencil tak terlalu panjang dan lebar, Prabowo menututkan hal ini sangat strategis bagi pemerintah. Dia menekankan bahwa pemerintah selalu memprioritaskan kepentingan masyarakat.

"Inilah artinya bahwa sesungguhnya jembatan gantung di daerah terpencil yang hanya sekian meter lebarnya dan hanya sekian meter panjangnya, sesungguhnya jembatan itu adalah strategis bagi pemerintah yang saya pimpin. Bahwa kepentingan rakyat adalah yang paling kita utamakan," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6