Ini Laporan KSAD ke Prabowo soal Target Pembangunan 7.000 Jembatan di Wilayah Indonesia

KSAD Maruli Simanjuntak menargetkan pembangunan 7.000 jembatan di seluruh Indonesia selesai pada awal 2027 guna mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur.

Diterbitkan 09 Maret 2026, 21:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menargetkan pembangunan 7.000 jembatan di sejumlah daerah Indonesia dapat rampung pada awal 2027.

Dengan begitu, kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.

Hal ini dilaporkan Maruli saat Presiden Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan di berbagai daerah di Indonesia pada Senin, (9/3/2026).

Peresmian dilakukan melalui video conference, di mana Prabowo berada di Hambalang Jawa Barat.

"Kami berharap target di bulan Agustus jembatan bisa selesai, sekolah di bulan Oktober selesai di daerah bencana, sedangkan untuk seluruh jembatan yang ada di Indonesia ini, mudah-mudahan awal tahun depan 7.000 jembatan bisa selesai," kata Maruli dari Provinsi Aceh, sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (9/3/2026).

Dia menjelaskan pembangunan jembatan merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang dikerjakan oleh jajaran TNI AD. Maruli menyampaikan hingga kini pembangunan jembatan telah berjalan di lebih dari seribu titik di seluruh Indonesia.

"Izin melaporkan tentang jembatan, pada saat ini kita sudah mulai mengerjakan di 1.072 jembatan, 218 sudah selesai," ujarmya

Maruli menuturkan pembangunan jembatan mempermudah akses pendidikan masyarakat di berbagai daerah. Khususnya, bagi anak-anak sekolah di daerah yang terpencil.

Selain itu, Maruli mengatakan TNI AD memprioritaskan pembangunan jembatan di wilayah terdampak bencana. Berdasarkan hasil survei, terdapat ratusan jembatan yang membutuhkan penanganan segera.

"Khususnya untuk di daerah bencana Pak, kami sudah mensurvei ada 480 jembatan, dan kemungkinan ini juga akan terus bertambah. Kami sudah menyelesaikan 145 jembatan," jelas Maruli.

Dalam kesempatan tersebut, Maruli turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah yang telah membantu proses koordinasi lintas kementerian.

 

Prabowo Resmikan 218 Jembatan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah terpencil, pada Senin (9/3/2026). 

Dia mengaku kini dapat tidur lebih lega sebab anak-anak di desa terpencil tak perlu lagi menyebrangi sungai yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

Prabowo menyadari bahwa sebelumnya anak-anak kerap menyebrangi sungai untuk pergi ke sekolah. Dengan jembatan yang sudah diperbaiki, Prabowo menyebut anak-anak tak perlu lagi khawatir seragamnya akan basah saat berada di sekolah maupun saat pulang ke rumah.

"Sekarang saya tidur lebih lega karena anak-anak di desa-desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai dengan keadaan bahaya terhadap keselamatannya," kata Prabowo saat peresmian jembatan yang dilakukan secara virtual sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (9/3/2026).

"Anak-anak kita di tempat-tempat terpencil tidak perlu lagi duduk di kelas dengan pakaian basah, pulang dari sekolah dengan pakaian basah," sambungnya.

 

Prabowo Beri Pujian ke TNI

Dia lantas mengapresiasi anggota TNI yang bekerja keras menyelesaikan pembangunan jembatan di daerah terdampak bencana maupun daerah terpencil dalam waktu 2,5 bulan. Total ada 77 jembatan bailey, 59 jembaran armco, dan 82 jembatan perintis yang diresmikan Prabowo.

"Prestasi ini menunjukkan kesungguhan hati dari seluruh prajurit TNI, seluruh petugas di daerah-daerah yang terkena bencana dan juga daerah-daerah lain yang sangat memerlukan jembatan-jembatan ini," jelasnya.

Prabowo menekankan pentingnya keberadaan jembatan gantung di daerah-daerah terpencil. Menurut dia, jembatan tersebut sangat strategis untuk pemerintahannya dan kepentingan masyarakat.

"Sesungguhnya jembatan gantung di daerah terpencil yang hanya sekian meter lebarnya dan hanya sekian meter panjangnya, sesungguhnya jembatan itu adalah strategis bagi pemerintah yang saya pimpin. Bahwa kepentingan rakyat adalah yang paling kita utamakan," tutur Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo bersyukur bangsa Indonesia mampu bergerak cepat mengatasi dampak bencana yang terjadi di wilayah Sumatra dan provinsi-provinsi lainnya beberapa waktu lalu.

Dia memuji KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak yang memimpin pembangunan jembatan besar dan kecil di berbagai daerah.

"Ini bukti sekali lagi bahwa pemerintah pusat, Pemerintah Republik Indonesia hadir. Hadir di tingkat yang terkecil sekalipun. Di desa, di dusun, di dukuh. Pemerintah Republik Indonesia tidak akan membiarkan rakyatnya dalam penderitaan dan dalam kesulitan," kata Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6