Sederet Dampak MBG bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Ini dampak program MBG dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

Diterbitkan 07 Maret 2026, 20:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Program MBG Prabowo dorong ekonomi daerah, petani NTT merasakan dampak positif.
  • KNPI akui kekurangan MBG karena baru, desak pengawasan ketat, bukan penghentian.
  • MBG tidak pangkas anggaran pendidikan; Presiden Prabowo juga bangun sekolah rakyat.

Liputan6.com, Jakarta - Program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto menuai berbagai tanggapan di masyarakat. Banyak masyarakat yang mendukung program tersebut, namun banyak pula yang mengkritisinya.

Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Muhammad Natsir membeberkan dampak program MBG dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Banyak sektor ekonomi yang tumbuh karena program tersebut.

"Seperti di NTT, bahan MBG diambil dari hasil pertanian warga. Sehingga petani juga merasakan dampak positif dari MBG ini," kata Natsir dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).

Natsir mengakui masih ada sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan MBG. Hal ini cukup dimaklumi lantaran program ini baru dijalankan selama kurang lebih setahun.

"Jadi jangan dibandingkan dengan negara maju yang sudah melakukan (MBG) puluhan tahun. Kita ini masih bisa dibilang baru seumur jagung," jelasnya.

Menurut Natsir, memang perlu evaluasi pelaksanaan program MBG untuk meminimalisir peristiwa yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan cara memperketat pengawasan pelaksanaan MBG.

"Yang penting sekarang pengawasan agar tak ada yang keracunan, bukan justru mendesak pemerintah berhentikan MBG," kata dia.

 

Soroti MBG Pakai Anggaran Pendidikan

Lebuh jauh, Natsir membantah anggapan yang menyebut MBG memangkas anggaran pendidikan. Padahal, kata dia, Presiden Prabowo Subianto juga memprioritaskan pendidikan melalui pembangunan sekolah rakyat.

"MBG tidak memutus akses pendidikan. Faktanya Presiden Prabowo telah membangun ratusan sekolah rakyat di seluruh wilayah Indonesia," kata dia.

Selain Natsir, diskusi ini juga dihadiri oleh Presiden BEM Nusantara DKI Jakarta, Imran Ghifari dan Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6