Satgas PRR: 97 Persen SPBU di Wilayah Bencana Sumatera Sudah Beroperasi

Untuk menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM), Satgas PRR juga menyiapkan delapan SPBU alternatif yang sebagian besar berada di wilayah Aceh Tengah.

Diterbitkan 03 Maret 2026, 13:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mayoritas SPBU, SPBE, dan agen LPG di Sumatera telah beroperasi kembali.
  • Distribusi energi masih terkendala akses jalan rusak di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
  • Pemulihan pasokan energi menjadi prioritas utama Satgas PRR pascabencana.

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan mayoritas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah terdampak bencana telah kembali beroperasi untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Berdasarkan data Satgas PRR per 4 Maret, dari total 156 SPBU yang terdampak di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebanyak 151 unit atau sekitar 97 persen telah beroperasi kembali. Sementara lima SPBU lainnya belum beroperasi karena masih terkendala akses jalan menuju lokasi.

Untuk menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM), Satgas PRR juga menyiapkan delapan SPBU alternatif yang sebagian besar berada di wilayah Aceh Tengah.

Selain itu, dari 11 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang terdampak, seluruhnya telah kembali beroperasi atau mencapai 100 persen. Sebanyak 131 agen Liquefied Petroleum Gas (LPG) juga dilaporkan telah beroperasi kembali.

Meski demikian, Satgas PRR masih menghadapi tantangan distribusi BBM di beberapa wilayah Aceh. Hal itu disebabkan akses jalan dari Lhokseumawe menuju Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Kuta Blang, dan Meureudu yang belum sepenuhnya normal karena masih dalam tahap perbaikan.

Di wilayah Sumatera Utara, seluruh SPBU yang terdampak telah kembali beroperasi. Dari total 406 SPBU yang sempat terdampak bencana, seluruhnya kini berfungsi normal. Begitu pula dengan 46 SPBE serta 383 agen LPG yang dilaporkan telah kembali beroperasi 100 persen.

Namun, distribusi energi di wilayah tersebut masih menghadapi kendala akibat beberapa akses jalan yang terputus, termasuk di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Sementara di Sumatera Barat, seluruh 147 SPBU yang terdampak telah kembali beroperasi. Selain itu, 14 SPBE serta 172 agen LPG juga telah berfungsi normal.

Meski demikian, distribusi BBM dan LPG melalui jalur Lembah Anai dan Malalak belum dapat dilakukan karena akses jalan yang belum dapat dilalui. Sebagai solusi, distribusi dialihkan melalui jalur alternatif Sitinjau Lauik.

Jadi Prioritas Utama

Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pemulihan pasokan energi menjadi prioritas utama dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

“Untuk indikator pemulihan di antaranya adalah hal-hal yang sangat mendasar diperlukan, seperti listrik, kemudian bahan bakar, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun liquefied petroleum gas (LPG), serta sarana komunikasi dan internet,” kata Tito dalam rilis pers, Rabu (11/2/2026).

Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Jakarta.

Satgas PRR menilai pemulihan layanan energi, komunikasi, dan infrastruktur dasar menjadi indikator penting untuk memastikan kehidupan masyarakat terdampak bencana dapat kembali berjalan normal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6