Kapolda Aceh Optimistis Pembangunan 150 Huntap Rampung Tepat Waktu untuk Korban Bencana

Kapolda Aceh menegaskan komitmen terus kawal penanganan pascabencana Aceh khususnya jelang tahap rehabilitasi dan rekonstruksi awal April 2026, setelah Lebaran.

Diterbitkan 25 Maret 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan pascabencana di wilayah Provinsi Aceh, khususnya menjelang tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang dijadwalkan dimulai pada awal April 2026, setelah Lebaran Idulfitri.

"Sejak awal terjadinya bencana, Polri bersama berbagai elemen telah mengerahkan upaya maksimal, baik melalui dukungan personel maupun mobilisasi sarana seperti pesawat dan kapal untuk mempercepat penanganan di lapangan," ujar Marzuki, melalui keterangan tertulis.

Saat ini, pihaknya tengah memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) oleh Polri di Kabupaten Aceh Tamiang berjalan sesuai target. Sebanyak 150 unit huntap ditargetkan rampung tepat waktu sebagai bagian dari upaya pemulihan bagi masyarakat terdampak.

"Alhamdulillah, progres pembangunan berjalan dengan baik. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat rampung sesuai target, sehingga fasilitas ini bisa segera digunakan," ucap Marzuki.

Dia menjelaskan, proyek pembangunan hunian tetap tersebut mencakup total 150 unit rumah dengan beragam konstruksi, yakni 50 unit rumah berbahan kayu, 50 unit rumah tipe Rumah Sistem Panel Instan (Ruspin), serta 50 unit rumah berbahan precast.

Marzuki pun mengapresiasi capaian progres pembangunan yang dinilai menunjukkan perkembangan positif hingga saat ini.

 

Pastikan Sesuai Target

Lebih lanjut, Marzuki memastikan, pembangunan huntap di atas lahan seluas 7,5 hektare tersebut berjalan sesuai target, baik dari sisi kualitas maupun ketepatan waktu pengerjaan.

Ia menegaskan, pembangunan hunian tetap tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial masyarakat pascabencana.

"Pembangunan huntap ini diharapkan mampu mengembalikan rasa aman, menumbuhkan optimisme, serta menghadirkan kembali harapan bagi masyarakat untuk menata masa depan yang lebih baik setelah terdampak bencana banjir," terang Marzuki.

Selain itu, lanjut dia, berdasarkan data per 24 Maret, Polri juga telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan di wilayah terdampak sebanyak 41 unit.

Rinciannya, kata Marzuki, di Provinsi Aceh telah terbangun 21 dari 22 unit atau sekitar 95 persen, di Sumatera Barat seluruh 10 unit telah rampung 100 persen, sementara di Sumatera Utara sebanyak 4 dari 5 unit telah selesai atau mencapai 80 persen.

"Tinggal 1 jembatan dibangun di desa Samarena, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah progresnya sudah mencapai 60 persen," tutur dia.

Di sisi lain, lanjut dia, Polri juga mencatat capaian penuh dalam perbaikan infrastruktur sumur bor yang telah selesai 100 persen. Secara rinci, perbaikan dilakukan terhadap 260 unit di Provinsi Aceh, 37 unit di Sumatera Utara, dan 74 unit di Sumatera Barat.

"Sementara itu, total pengerahan personel Polri di lokasi terdampak saat ini mencapai 1.441 personel, yang terdiri dari 808 personel di Aceh, 312 personel di Sumatera Utara, dan 330 personel di Sumatera Barat," jelas Marzuki.