Jam Operasional Transjakarta Saat Hari Raya Idul Fitri, Dimulai Pukul 09.00 WIB

Transjakarta akan menyesuaikan jam operasional armadanya saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 17:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Transjakarta sesuaikan jam operasional Idul Fitri, mulai pukul 09.00-10.00 WIB.
  • Penyesuaian ini untuk karyawan Shalat Idul Fitri dan antisipasi minimnya penumpang pagi.
  • Layanan Transjakarta akan digratiskan saat Ramadhan dan hari besar keagamaan.

Liputan6.com, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan menyesuaikan jam operasional armadanya saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Layanan pada hari tersebut akan mulai beroperasi pada pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan kebijakan itu diambil berdasarkan evaluasi dan pengalaman operasional pada tahun-tahun sebelumnya dalam melayani momen hari besar keagamaan.

“Belajar dari pengalaman kita melayani di hari-hari besar, biasanya pada saat hari H Lebaran, itu kita menyesuaikan jam operasional," kata Welfizon di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/4/2026).

Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan kepada seluruh karyawan, khususnya para pramudi, agar dapat menunaikan Shalat Idul Fitri.

Ia menjelaskan, pada pagi hari masyarakat umumnya melaksanakan Shalat Idul Fitri di lingkungan tempat tinggal masing-masing dan melanjutkannya dengan bersilaturahmi bersama keluarga.

Oleh sebab itu, pergerakan penumpang biasanya baru meningkat menjelang siang hari.

“Jadi mulai operasi kita perkirakan mungkin jam 09.00 atau jam 10.00. Biasanya silaturahmi mulai jam 10.00 atau bahkan setelah Zuhur. Jadi nanti kita akan sesuaikan jam operasionalnya,” katanya, dikutip dari Antara.

Adapun saat Ramadhan, Welfizon mengatakan, pihaknya bakal membebaskan biaya layanan semua moda angkutan pada saat Ramadhan.

"Jadi nanti kita tinggal tunggu pengumumannya, apakah berapa hari, tanggal berapa, nanti kita lihat. Tapi kan beliau (Gubernur DKI Jakarta) sudah sampaikan dan diulang di beberapa 'doorstop', akan digratiskan (biaya layanan Transjakarta)," katanya.

Welfizon menyampaikan bahwa pembebasan biaya layanan transportasi merupakan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada hari-hari besar keagamaan.

Jadi mulai dari akhir tahun lalu, ada Natal, kemudian Imlek lalu menyambut Ramadhan. "Kemarin juga ada Festival Ramadhan dan nanti pada saat Lebaran juga ada Nyepi," ujar dia.

 

Tunggu Surat Keputusan

Terkait tanggal berlaku pembebasan biaya layanan tersebut, pihak Transjakarta masih menunggu Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Tanggalnya tentu kita mengikuti dari Dinas Perhubungan. Nanti akan ada SK Kadis-nya. Kita menunggu. Apakah nanti tanggal 1 Syawal (20 Maret 2026) atau tanggal 1 dan 2, nanti kita lihat," ujar dia.

Adapun mengenai biaya Rp1, Welfizon menyebutnya sebagai formalitas sistem untuk menandakan perpindahan rupiah.

"Secara sistem di TJ, MRT dan yang lain itu, 0 itu tetap harus ada nilai, makanya jadinya Rp1. Rp1 dan 0 sebenarnya kan enggak beda jauh lah ya, tapi secara teknologinya, karena memang harus ada proses rupiah yang ditransfer dari kartu, makanya konversi dari 0 menjadi Rp1," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6