Liputan6.com, Jakarta - Dua pengendara jadi korban saat Toyota Calya hitam ugal-ugalan melawan arah di Gunung Sahari, Jakarta, Pusat. Keduanya hanya mengalami luka ringan dan sudah dipulangkan.
“Sementara yang kita deteksi ada dua. Dua-duanya sudah pulang, luka ringan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin saat dihubungi, Kamis (26/2/2026).
Lebih lanjut, Komarudin menjelaskan, kerugian materiil tak sedikit. Mobil dan motor rusak akibat serempetan.
Advertisement
Dia menyebut, beberapa kejadian itu sempat terekam Dashcam mobil patroli polisi. Misalnya di Gunung Sahari 5. Jalur satu arah dari Bungur ke Pasar Baru diterobos begitu saja.
“Itu kan satu arah. Nah, itu diterobosnya sama dia. Terlihat ada beberapa kendaraan yang tersenggol,” ujar Komarudin.
Begitu juga dari perempatan Pasar Baru, mobil masuk Jalan Budi Utomo dan ambil lajur kanan. Di tengah jalan, sopir putar balik sembarangan.
Mobil lalu melaju ke arah Gunung Sahari menuju Ancol. Saat lampu merah, pelaku kembali memutar balik di jalur yang sama.
“Bukan pindah jalur. Tapi muter balik lagi di jalur itu-itu juga, jadi ketemu kepala sama kepala,” tandasnya.
Sopir Jadi Tersangka
Sopir Toyota Calya hitam yang viral karena lawan arus dan ugal-ugalan di Gunung Sahari kini jadi tersangka. Sopir tersebut diketahui bernama Hafiz Mahendra.
“Pertama diawali dari pelanggar, sekarang tersangka kasus kecelakaan,” kata Komarudin saat dihubungi, Kamis (26/2/2026).
Dalam kasus ini, pengemudi dijerat Pasal 311 ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).
Dia membeberkan, pasal itu terkait pengemudi yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain, menimbulkan kerugian materiil, hingga menyebabkan korban luka.
Sementara perkara lain kini dilimpahkan ke Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Sebab, ditemukan empat pasang pelat nomor berbeda di dalam mobil. Tiga pasang tersimpan, satu terpasang. Selain itu, ada dua senjata tajam dan satu senjata api mainan.
"Temuan-temuan yang lain itu masih menunggu dari hasil Reskrim Jakarta Pusat," tutupnya.
Advertisement
Kronologi Sopir Ugal-ugalan
Polisi mengungkap kronologi sopir mobil bernama Hafiz Mahendra (24) yang berkendara secara ugal-ugalan di kawasan Jakarta Pusat pada Rabu (25/2/2026). Komarudin menjelaskan, kendaraan tersebut berawal datang dari arah selatan atau dari arah Senen menuju ke arah Pasar Baru.
"Dimana pada saat kejadian, petugas kami yang sedang berpatroli mendapati perilaku dari pengendara yang tidak lazim di tengah kepadatan ibu kota di sore hari," katanya.
Komarudin menyebutkan ada pengendara yang mengendarai kendaraan dengan tidak sebagaimana mestinya, dengan kecepatan tinggi dan diketahui Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang digunakan juga tidak sesuai dengan peruntukannya.
"Petugas mengikuti kendaraan tersebut dan sempat berputar di depan Koarmada RI, berputar kemudian masuk ke Jalan Gunung Sahari 4," katanya.
Selanjutnya pengendara memasuki ruas Jalan Gunung Sahari 5, yang diketahui bahwa ruas tersebut itu satu arah, dari barat ke timur, atau dari Koarmada RI ke Bungur.
"Pelanggar ini melawan arus, masih dalam kecepatan tinggi dan terus diikuti oleh petugas dengan memberikan tanda isyarat agar pengendara lain berhati-hati mengingat ada perilaku pengendara yang ugal-ugalan," katanya.
Setiba sampai di perempatan Koarmada RI, pelanggar masuk ke jalur sebelah kanan pada ruas Jalan Budi Utomo, di sanalah pelanggar masuk ke jalur kanan yang sangat jelas sekali melawan arus.
Selanjutnya, petugas menghentikan kendaraannya dan di tengah perjalanan pelanggar kembali memutar arah, kembali ke arah Koarmada RI, mungkin baru menyadari bahwa ruas jalan yang dilewati ternyata melawan arus.
"Sesampainya di Koarmada RI, pelanggar belok ke kiri ke arah Gunung Sahari ataupun ke arah Pintu Besi, sampai disana petugas kembali mengikuti dan di tengah jalan pun karena di traffic light Pintu Besi sedang merah, banyak kendaraan menumpuk, kembali pelanggar memutar arahnya di jalur yang sama," kata Komarudin.
Sehingga, petugas Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan pengemudi mobil berinisial HM (24) itu.
"Saat ini sudah diamankan dan sudah dilakukan pengamanan khususnya kepada pengemudi dengan satu orang lainnya itu dari mobil Toyota Cayla tersebut, termasuk mobilnya juga dibawa," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/569920/original/073763900_1744978909-20250226_142410.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513603/original/010274700_1772031586-Mobil_Diamuk_Massa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884476/original/045757800_1764335001-WhatsApp_Image_2025-11-28_at_20.01.56.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514380/original/040320200_1772088843-bbe70751-7b1e-48f2-abac-e83c59991f21.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513603/original/010274700_1772031586-Mobil_Diamuk_Massa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514341/original/050213300_1772087572-Nirwana_orang_tua_ABK_Fandi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511243/original/077552500_1771902851-b3ffb12b-ef9c-4d68-a14e-225e5ce342d6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875093/original/004200100_1719377270-Jepretan_Layar_2024-06-25_pukul_20.30.44.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4925074/original/040381300_1724317785-20240822-Demo_MK-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514249/original/030433000_1772084716-1000940526.jpg)