Ramai Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite Diduga Tercampur Air di SPBU Parungpanjang, Pertamina Buka Suara

Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Cikabon Parungpanjang, Kabupaten Bogor, diduga menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) tercampur air.

Diterbitkan 14 Februari 2026, 19:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • SPBU Parungpanjang diduga salurkan BBM tercampur air, sebabkan kendaraan mogok.
  • Pertamina hentikan penyaluran Pertalite dan buka posko keluhan di SPBU tersebut.
  • Pertamina dan SPBU tangani 18 aduan, ganti BBM, perbaiki kendaraan, dan periksa operasional.

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Cikabon Parungpanjang, Kabupaten Bogor, diduga menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) tercampur air.

Informasi tersebut ramai disampaikan warga melalui sejumlah media sosial pada Jumat, 13 Februari 2026.

Salah satunya dari akun Instagram @parungpanjang.viral, sejumlah pengendara mengeluhkan kendaraan mereka mengalami gangguan mesin usai mengisi BBM di lokasi tersebut.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa sepeda motor harus didorong oleh pemiliknya, karena diduga mengalami mati mesin. Kondisi tersebut memicu dugaan bahwa BBM yang mereka isi di SPBU tersebut tidak murni, melainkan tercampur air.

Dugaan ini diperkuat dengan kemunculan beberapa kasus kendaraan mogok dalam waktu yang relatif bersamaan setelah mengisi bahan bakar.

Pertamina Buka Suara

Menanggapi kasus ini, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) akhirnya buka suara. Sebagai langkah tegas, Pertamina resmi menghentikan sementara penyaluran BBM jenis Pertalite di SPBU yang berlokasi di Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, terhitung sejak Jumat (13/2/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan keluhan konsumen terhadap produk yang disalurkan di SPBU tersebut.

"Kami telah menginstruksikan penghentian sementara penyaluran Pertalite di SPBU 34.16316 Parungpanjang sebagai langkah antisipatif," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, Sabtu (14/2/2026).

Sebagai bentuk tanggung jawab dan respons cepat, Pertamina Patra Niaga Regional JBB bersama pengelola SPBU telah menyediakan dan membuka posko keluhan di area SPBU guna menerima pengaduan secara langsung dari konsumen. Hingga hari ini terdapat 18 aduan yang diterima dan sudah ditangani.

"Semua ditangani dengan baik berupa service dan penggantian BBM. Rinciannya sebanyak 14 motor dan 4 mobil," kata dia.

 

Lakukan Pendataan

Selain itu, dilakukan pendataan terhadap konsumen yang terdampak. Hingga saat ini, seluruh laporan yang masuk telah ditangani.

Penanganan yang dilakukan oleh pihak SPBU meliputi pengurasan dan penggantian BBM pada kendaraan konsumen serta perbaikan (service) kendaraan terdampak. Pengelola SPBU menyatakan bertanggung jawab penuh atas penyelesaian seluruh keluhan konsumen.

Ia menyampaikan pihaknya terus melakukan koordinasi dan monitoring secara intensif guna memastikan penanganan berjalan optimal.

"Saat ini, kami bersama pengelola SPBU melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur dan proses operasional guna mengidentifikasi penyebab serta memastikan kualitas produk sesuai standar yang berlaku," ujar Satria.

Pertamina Patra Niaga Regional JBB menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas dan keandalan distribusi BBM kepada masyarakat. Untuk itu, masyarakat diimbau agar segera melaporkan apabila menemukan keluhan terkait kualitas BBM melalui Pertamina Call Center 135 atau email pcc135@pertamina.com agar dapat segera ditindaklanjuti.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6