Pramono Sebut Taman Bendera Pusaka di Jaksel Bakal Dilengkapi Lapangan Padel Gratis

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan (Jaksel) akan dilengkapi dengan lapangan padel gratis.

Diterbitkan 13 Februari 2026, 18:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta menyebutkan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan (Jaksel) akan dilengkapi dengan lapangan padel gratis.

"Di tempat ini juga ada beberapa fasilitas olahraga yang sudah selesai sebenarnya. Ada padel. Sesuai dulu yang saya sampaikan, nantinya siapa saja yang mau bermain padel di sini tetap gratis. Jadi, terserah kalau di lapangan lain ada padel berbayar, di Taman Bendera Pusaka padel-nya gratis," ujar Pramono di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026) melansir Antara.

Tak hanya itu, lanjut dia, Taman Bendera Pusaka juga dilengkapi dengan jogging track, lapangan bulu tangkis, lapangan basket, serta taman bermain atau playground.

"Mudah-mudahan, nanti setelah taman ini selesai, bisa difungsikan untuk masyarakat dari mana saja di tempat ini," kata Pramono.

Nantinya, Pramono mengatakan taman tersebut dibuka selama 24 jam. Oleh karena itu, ia meminta agar pencahayaan di Taman Bendera Pusaka dibuat terang sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Selain itu, dia juga meminta agar setiap pohon di taman tersebut dihias sehingga lebih indah dan lebih menarik untuk dikunjungi masyarakat.

"Tak berhenti sampai di situ, sebanyak 127 unit kamera pengawas (CCTV) dipasang di taman tersebut guna memastikan keamanan pengunjung dari berbagai tindak kejahatan," ucap Pramono.

 

Peletakan Batu Pertama

Seperti diketahui, peletakan batu pertama atau ground breaking Taman Bendera Pusaka dilakukan pada 8 Agustus 2025. Taman Bendera Pusaka merupakan tiga taman yang dijadikan satu, yakni Taman Leuser, Taman Ayodya dan Taman Langsat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan beragam fasilitas olahraga potensial yang dibangun di taman tersebut, antara lain lapangan basket, voli, bulu tangkis, padel, serta jogging track.

Selain berolahraga, pembangunan taman di Jakarta Selatan itu juga bertujuan mengatasi banjir di ibu kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengintegrasikan sistem drainase dan infrastruktur hijau dalam desain taman tersebut untuk memaksimalkan daya resap air dan sirkulasi udara.

 

Kementerian ATR Serahkan 3.922 Sertifikat Aset Pemprov DKI, Pramono: Nilainya Tembus Rp 102 Triliun

Sebelumnya, Kementerian ATR dan BPN atau Kementerian Agraria dan Tata Ruang-Badan Pertanahan Nasional menyerahkan sebanyak 3.922 sertifikat aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Total nilai aset tersebut mencapai lebih dari Rp102 triliun dengan luas lahan 563,9 hektare.

Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara Serah Terima Sertifikat Aset Pemerintah DKI Jakarta dari Kementerian ATR/BPN di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

"Kami menerima 3.922 Sertifikat Hak Pakai atas tanah aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan total nilai lebih dari Rp102 triliun dan total luas lahan sebesar 563,9 ha," kata Pramono.

Aset-aset yang telah tersertifikasi tersebut mencakup berbagai fasilitas publik, antara lain 2.837 ruas jalan, 691 gedung karang taruna, balai rakyat, sarana olahraga, 154 sarana pendidikan, 123 taman, 61 gedung kantor, 39 puskesmas, serta 17 eks rumah dinas.

"Penyerahan sertifikat ini bukan sekadar proses administratif, tetapi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan," ucap Pramono.

Ia berharap dengan adanya kepastian hukum, aset-aset publik dapat dikelola, dimanfaatkan, dan diamankan secara lebih profesional untuk kepentingan masyarakat.

"Pasalnya, kepastian hukum di bidang pertanahan menjadi fondasi penting dalam perjalanan Jakarta menuju kota global. Administrasi aset yang tertib dan terintegrasi akan memperkuat perencanaan pembangunan kota secara terukur," jelas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6