Nadiem Makarim: Petinggi LKPP Jamin Tak Ada Kemahalan Harga Laptop Chromebook

Nadiem Makarim mengatakan, tudingan bahwa harga laptop Chromebook kemahalan terpatahkan berdasarkan pengakuan saksi dari LKPP.

Diterbitkan 09 Februari 2026, 17:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Nadiem Makarim membantah terlibat korupsi Chromebook.
  • Saksi LKPP menyatakan harga laptop tidak kemahalan.
  • Nadiem yakin tidak ada kerugian negara dalam pengadaan.

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim meyakini dirinya tak bersama dalam kasus korupsi pengadaan laptop chromebook. Menurut dia, tudingan bahwa harga laptop kemahalan terpatahkan berdasarkan pengakuan saksi dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerinta (LKPP).

"LKPP saksi dan semua petinggi hadir hari ini dan memberikan kesaksian bahwa mereka yang menyeleksi vendor dan mereka yang menjamin harga SRP (Suggested Retail Price) tidak mungkin di atas harga pasar," kata Nadiem di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/2/2026).

Nadiem menegaskan, kebijakan pengadaan chromebook tidak menimbulkan kerugian negara. Jika ada, kata Nadiem, maka masalah itu kemungkinan salah hitung oleh pihak terkait.

"Artinya itu tidak ada kerugian negara. Jadi ada kemungkinan besar perhitungan kerugian negaranya tidak valid karena yang menjamin harga SRP itu di bawah harga pasar itu adalah LKPP," jelas dia.

Nadiem menambahkan Kemdikbudristek saat itu sudah melalui prosedur dengan melibatkan LKPP. Dia menjamin, tidak ada unit laptop yang dibeli dengan harga kemahalan.

"Prosedur sudah dilalui, dipastikan tidak ada kemahalan harga, apapun produk e-katalog yang dibeli secara regulasi tidak kemahalan harga," tandas Nadiem.

Saksi LKPP yang Bersaksi

Sebagai informasi, pihak LKPP dihadirkan dalam sidang hari ini yaitu:

-M Aris Suprianto selaku Direktur Advokasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)

-Eko Rinaldo Oktavianus selaku analis kebijakan madya LKPP

-Dwi Satrianto selaku Pensiunan PNS dari LKPP

-Rony Dwi Susanto selaku Irjen Ketenagakerjaan RI LKPP

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6